RETORIKABANUA.ID, Amuntai – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, menyerap aspirasi masyarakat di Desa Bararawa dan Desa Sapala, Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu (4/11).
Dalam kegiatan hari pertama tersebut, warga menyampaikan sejumlah harapan, terutama terkait kelanjutan pembangunan akses titian jalan yang menghubungkan antardesa. Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting untuk mempermudah mobilitas masyarakat, menunjang pendidikan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Kegiatan penjaringan aspirasi ini difasilitasi Camat Paminggir, A. Yani, serta dihadiri Danramil, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga setempat.
Melalui Camat Paminggir, masyarakat berharap pembangunan akses titian jalan yang selama ini telah dirintis dapat dilanjutkan hingga tuntas.
“Warga di Bararawa dan Sapala sangat berharap akses jalan darat dapat dilanjutkan. Ini bukan sekadar jalan, tetapi merupakan urat nadi kehidupan masyarakat,” ujar Supian HK.
Menurutnya, selama ini aktivitas masyarakat di kedua desa tersebut masih terbatas karena sebagian besar mobilitas bergantung pada jalur air. Karena itu, tersambungnya akses titian jalan antardesa diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat.
Salah satu manfaat utamanya adalah mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak. Selama ini, siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP maupun SMK harus menyeberangi sungai untuk mencapai sekolah di desa tetangga.
Desa Bararawa sendiri hanya memiliki fasilitas pendidikan hingga tingkat sekolah dasar (SD). Sementara itu, sekolah lanjutan tersedia di Desa Sapala yang berjarak sekitar 1,5 kilometer.
Kondisi tersebut membuat pembangunan titian jalan menjadi kebutuhan mendesak agar anak-anak dapat bersekolah dengan lebih mudah dan aman, terutama saat musim hujan.
Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga mengusulkan peningkatan fasilitas wisata di Desa Bararawa. Salah satunya dengan membangun tribun penonton di kawasan Dermaga Kerbau Rawa yang menjadi salah satu ikon wisata desa tersebut.
Fasilitas itu diharapkan dapat menunjang kegiatan pariwisata, meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan pendapatan asli desa.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Supian HK menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi perhatian dan diperjuangkan di tingkat provinsi.
“Ulun catat dan ulun dengar langsung apa yang disampaikan warga melalui Pak Camat. Dengan tersambungnya akses titian jalan ini, ulun yakin dampaknya akan luar biasa. Perekonomian warga antardesa akan semakin meningkat, dan yang paling penting, anak-anak kita bisa sekolah dengan lebih layak,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil seperti Desa Bararawa dan Sapala merupakan bagian dari upaya mewujudkan pemerataan pembangunan di Kalimantan Selatan.
“Insya Allah aspirasi ini akan ulun bawa dan ulun perjuangkan bersama Pemerintah Provinsi. Kita ingin pembangunan di Kalsel merata, tidak hanya di kota, tetapi juga sampai ke desa-desa terluar seperti Bararawa dan Sapala. Banua harus terkoneksi,” pungkas Supian HK. (hm)
