BANJARMASINPemko Banjarmasin

Cegah Penyakit Sejak Dini, Pemko Banjarmasin Siapkan Rp. 800 Juta untuk Penanganan Hipertensi

9

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit, terutama hipertensi yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat. Untuk mendukung penanganannya, Pemkot Banjarmasin berencana mengalokasikan anggaran sekitar Rp. 800 juta pada 2027 mendatang.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, saat membuka Rapat Koordinasi, Advokasi dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin di Hotel Rattan Inn, Rabu (4/11).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti para camat, kepala puskesmas se-Kota Banjarmasin, serta perwakilan perangkat daerah terkait.

Dalam arahannya, Yamin mengatakan pembangunan sektor kesehatan merupakan salah satu aspek penting untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, maju dan sejahtera.

Menurutnya, tantangan kesehatan saat ini semakin beragam. Selain penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS, penyakit tidak menular (PTM), termasuk hipertensi dan diabetes melitus, juga membutuhkan perhatian serius.

Secara khusus, Yamin menyoroti kasus hipertensi di Banjarmasin yang dinilainya masih cukup tinggi. Karena itu, diperlukan langkah pencegahan dan penanganan yang lebih intensif, termasuk melalui peningkatan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kalau tidak salah, kasus hipertensi di tempat kita termasuk yang tinggi. Ini jadi catatan penting, pada tahun 2027 mendatang alokasi anggaran penanganan hipertensi akan disiapkan sekitar Rp. 800 juta. Karena itu, sosialisasinya harus kita lakukan jauh lebih masif lagi di masyarakat,” ujarnya.

Yamin juga menekankan bahwa pengendalian penyakit tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan. Diperlukan kerja sama seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan agar program kesehatan dapat berjalan secara terpadu.

Ia mengibaratkan seluruh jajaran pemerintah daerah sebagai awak dalam satu kapal besar yang harus bergerak bersama untuk mencapai tujuan.

“Sering saya sampaikan kepada seluruh kepala SKPD dan jajaran bahwa kita semua ini berada di dalam satu kapal yang besar. Di dalamnya kita sama-sama mengayuh dan mendayung. Tidak boleh ada lagi yang namanya ego sektoral atau merasa ingin lebih kencang sendiri. Kita harus mengayuh bersama dengan gerakan dan alunan yang sama, agar perahu ini sampai pada tujuan dengan lebih baik,” tuturnya.

Ia berharap rapat koordinasi tersebut dapat menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi seluruh pihak dalam menjalankan program pencegahan dan pengendalian penyakit secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi lintas sektor dalam pelaksanaan program P2P.

Menurutnya, kegiatan ini memiliki dua sasaran utama. Pertama, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui optimalisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, termasuk pencegahan dan penanganan penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) serta penyakit lainnya.

“Pertama berkaitan dengan kualitas layanan, kita ingin mengoptimalkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan daerah melalui P2P, termasuk upaya pencegahan dan penanganan penyakit seperti DBD maupun potensi penyakit lainnya secara cepat dan tepat,” jelas Yanuar.

Sasaran kedua adalah memperkuat koordinasi lintas sektor, baik antarperangkat daerah maupun 28 puskesmas di Kota Banjarmasin. Melalui koordinasi tersebut, diharapkan dapat disusun rencana aksi terpadu berdasarkan kondisi kesehatan masyarakat saat ini.

“Selain itu menjadi wadah strategis bagi penguatan lintas sektor antar SKPD maupun 28 Puskesmas se-Kota Banjarmasin sehingga kita bisa menyusun rencana aksi terpadu berdasarkan kondisi riil kesehatan masyarakat saat ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Banjarmasin juga memberikan penghargaan kepada sejumlah puskesmas yang berhasil meraih capaian terbaik dalam pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan sepanjang 2026 hingga Triwulan III.

Penghargaan diberikan berdasarkan capaian masing-masing program, dengan daftar penerima sebagai berikut:

  1. Program Hipertensi: Puskesmas Pemurus Baru.
  2. Program Diabetes Melitus: Puskesmas Sungai Andai.
  3. Program Usia Produktif: Puskesmas 9 Nopember.
  4. Program Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ): Puskesmas Alalak Selatan.
  5. Program TBC: Puskesmas Sungai Bilu.
  6. Program HIV: Puskesmas Terminal.

Pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh puskesmas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan capaian program kesehatan.

Melalui penguatan koordinasi, dukungan anggaran, serta keterlibatan berbagai sektor, Pemko Banjarmasin berharap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit dapat berjalan lebih optimal sehingga kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat. (mc)

Related Articles

Pemko Banjarmasin Pastikan Timbangan Bank Sampah Sesuai Standar

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan alat timbang yang digunakan pengelola...

Pemko Banjarmasin Dorong Produk IKM Tembus Pasar Global

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terus mendorong pelaku Industri Kecil...

Pemko Banjarmasin Siapkan Aset Negara Jadi Ruang Publik dan Kolam Retensi

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berencana mengoptimalkan pemanfaatan aset milik...

Banjarmasin Terima Bantuan Presiden Rp. 20 Miliar untuk Penanganan Karhutla

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menerima bantuan Presiden Republik Indonesia...