RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Suasana haru mewarnai Wisuda Akbar santri dan santriwati Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Rumah Tahfidz Al-Qur’an (RTQ), serta Majelis Ta’lim Keluarga Sakinah (MTKS) di bawah naungan BKPAKSI Kota Banjarbaru yang digelar di GOR Babussalam Kalimantan Selatan, Sabtu (13/6).
Ratusan santri resmi diwisuda dalam acara yang menjadi penanda kelulusan mereka setelah menempuh proses pembelajaran Al-Qur’an. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby dihadiri para ustadz-ustadzah serta orang tua santri yang tampak larut dalam kebahagiaan.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa bangga atas capaian para santri yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik.
“Menyaksikan prosesi Wisuda Akbar ini patut membuat kita semua bangga, karena putra-putri kita telah berhasil menjalani masa pembelajarannya dengan baik. Saya mengucapkan selamat dan rasa bangga kepada seluruh santri dan santriwati yang hari ini diwisuda,” ujarnya.
Ia juga berharap ilmu yang diperoleh selama pendidikan dapat menjadi bekal penting bagi para santri dalam melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya serta kehidupan di masyarakat.
Selain kepada para santri, Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada pengurus BKPAKSI Kota Banjarbaru dan para tenaga pendidik yang telah berperan dalam membina generasi Qur’ani.
Menurutnya, dedikasi para ustadz dan ustadzah telah memberikan dampak besar dalam membentuk karakter dan spiritualitas anak didik.
“Segala upaya dan dedikasi yang diberikan telah membuahkan hasil yang membanggakan. Semoga menjadi amal ibadah dan mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Banjarbaru tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia yang berkarakter.
Banjarbaru, kata dia, membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual serta memiliki nilai kejujuran, disiplin dan tanggung jawab.
Di akhir sambutan, Wali Kota berharap Wisuda Akbar tersebut menjadi awal perjalanan bagi para santri untuk terus mencintai Al-Qur’an dan menuntut ilmu sepanjang hayat.
Suasana semakin haru saat prosesi pemindahan kuncir toga dan penyerahan syahadah dilakukan, menandai kelulusan sekaligus kesiapan para santri untuk kembali ke masyarakat dengan membawa nilai-nilai Al-Qur’an. (mc)


