BANJARMASINKALSELKESEHATANPEMERINTAHAN

Pemprov Kalsel Gelar Orientasi Buku KIA Dan Buku KIA Bayi Kecil, Optimalkan Pencatatan Kesehatan Ibu dan Anak

314

BANJARMASIN – Dalam upaya mengurangi angka kematian ibu dan anak serta meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan Orientasi Buku kesehatan ibu dan anak (KIA) dan Buku KIA Bayi Kecil tingkat Provinsi di Banjarmasin, Selasa (2/4).

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Raudatul Jannah mengatakan Buku KIA telah dikembangkan sejak tahun 1994 dan pada tahun 2001 telah menjadi kebijakan nasional. Kedudukan Buku KIA diperkuat dengan SK Menkes No 284/Menkes/SK/III/2004 tentang Kesehatan Ibu dan Anak, yang menyatakan bahwa Buku KIA merupakan satu-satunya alat pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak sejak ibu hamil, melahirkan hingga bayi yang dilahirkan berusia 5 tahun, termasuk pelayanan KB, imunisasi, gizi dan tumbuh kembang anak.

Oleh karena itu, orientasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dengan cara memperkenalkan dan memberikan pemahaman lebih dalam mengenai Buku KIA dan Buku KIA Bayi Kecil sebagai alat pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Buku KIA dan Buku KIA Bayi Kecil diharapkan dapat diterapkan oleh semua pemberi pelayanan kesehatan dasar seperti perawat, bidan, dan dokter sebagai media konseling, informasi dan edukasi tentang materi kesehatan ibu dan anak bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Buku KIA dan Buku KIA Bayi Kecil juga diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana home based recording bagi kesehatan ibu dan anak secara lengkap dan komprehensif serta menjadi media bagi pemberdayaan keluarga dan masyarakat untuk mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak. (mckalsel/zy)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagian Dari

Berlangganan

Eror: Formulir kontak tidak ditemukan.

Related Articles

Kabut Asap Masuk Banjarmasin, Pemko Siapkan Langkah Antisipasi

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan masyarakat...

Komisi I DPRD Kalsel Gali Strategi Pengawasan di Pulang Pisau

RETORIKABANUA.ID, Pulang Pisau – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pertukaran...

Lebih 10 Tahun Tak Dikeruk, Kolam Kamboja Kembali Dioptimalkan

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mengeruk kolam di kawasan Taman...

Bang Dhin Soroti SiLPA Rp2,97 Triliun: Jangan Sampai Anggaran Mengendap Saat Masyarakat Menunggu Manfaat

BANJARMASIN – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M....