RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) terus berupaya meningkatkan kualitas generasi muda melalui pengembangan kemampuan bahasa asing. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Bahasa Inggris bagi Pemuda Kota Banjarmasin, yang menjadi bagian dari implementasi 22 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin.
Pelatihan bertema “Empowering Banua Youth for the World” ini resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, di Aula Banjarmasin Culture Hub, Kamis (16/7). Turut hadir Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, para peserta, serta jajaran terkait.
Mewakili Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, Ananda mengatakan program tersebut merupakan wujud nyata pelaksanaan visi dan misi kepemimpinan Yamin–Ananda dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global.
“Hari ini kami mewakili Bapak Wali Kota membuka secara resmi English Language Training. Mudah-mudahan melalui pembelajaran bahasa asing ini, generasi muda Kota Banjarmasin memiliki bekal yang lebih baik untuk meraih masa depan,” ujarnya.
Ananda juga mengapresiasi kerja sama dengan Global English Kampung Pare, Kediri, yang telah berpengalaman membina kemampuan bahasa Inggris generasi muda.
“Kami berharap pelatihan ini dapat berjalan maksimal sehingga seluruh peserta memperoleh manfaat besar untuk meningkatkan kompetensi diri,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menjelaskan bahwa seleksi peserta dilakukan secara bertahap guna memastikan mereka yang terpilih benar-benar memiliki komitmen untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris.
Ia mengungkapkan, sejak pendaftaran dibuka melalui media sosial Disbudporapar beberapa bulan lalu, antusiasme pemuda Banjarmasin sangat tinggi. Sebanyak 243 orang mendaftar. Setelah melalui seleksi administrasi, 193 peserta dinyatakan lolos dan mengikuti pembelajaran awal. Dari jumlah tersebut, terseleksi 60 peserta, kemudian dipilih kembali menjadi 40 peserta yang mengikuti pelatihan lanjutan secara tatap muka.
“Dari 40 peserta tersebut nantinya akan dipilih lagi 20 orang terbaik untuk mengikuti program pembelajaran langsung di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur,” jelasnya.
Menurut Ibnu, seluruh biaya keberangkatan dan pelatihan di Kampung Inggris telah ditanggung melalui kerja sama dengan Global English. Bahkan, peserta terbaik juga berpeluang mengikuti program lanjutan hingga memperoleh beasiswa apabila memenuhi persyaratan.
“Nantinya mereka juga akan mengikuti seleksi lanjutan di sana untuk mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai program pengembangan, termasuk peluang beasiswa,” katanya.
Lebih lanjut, Ibnu berharap para peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi penggerak lahirnya komunitas bahasa asing di Kota Banjarmasin.
“Kami ingin mereka tidak hanya meningkatkan kemampuan diri, tetapi juga membentuk komunitas yang dapat mengajak pemuda lainnya belajar dan membiasakan penggunaan bahasa asing. Hal ini penting karena Banjarmasin terus berkembang sebagai kota pariwisata yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan komunikasi internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini diperuntukkan bagi pemuda berusia 16 hingga 35 tahun sesuai ketentuan usia kepemudaan.
Ke depan, Disbudporapar berencana mengembangkan pelatihan bahasa asing lainnya sesuai kebutuhan dunia kerja dan investasi.
“Kami berharap program ini terus berlanjut. Tahun depan tidak menutup kemungkinan kami menghadirkan pelatihan bahasa asing lain, seperti Mandarin, yang saat ini semakin dibutuhkan di sektor perdagangan dan dunia kerja. Namun, fokus kami saat ini adalah menyukseskan pelatihan bahasa Inggris terlebih dahulu,” pungkasnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap lahir generasi muda yang memiliki kemampuan berbahasa asing, berdaya saing tinggi, serta mampu menjadi duta daerah dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata, pendidikan dan perekonomian menuju Banjarmasin yang maju dan sejahtera. (mc)


