BANJARMASINKALSELKESEHATANPEMERINTAHAN

Kualitas Udara Banjarmasin Tidak Sehat, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Berkegiatan

386

Banjarmasin – Kualitas udara di Kota Banjarmasin belakangan ini buruk dan tidak sehat untuk dihirup.

Pemicunya tak lain karena polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang marak terjadi di Kalimatan Selatan (Kalsel) yang mana Banjarmasin cukup terdampak.

Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina menghimbau warga untuk menggunakan masker. Apalagi sudah terasa sesak nafas akibat udara buruk saat ini.

“Makanya kami himbau menggunakan masker terutama anak-anak yang pergi ke sekolah,” ucap Ibnu.

H Ibnu Sina berpendapat, perlu dibentuk kesiapsiagaan untuk mencegah kebakaran terutama yang terjadi di sekitar Kota Banjarmasin.

“Jadi kalau misalnya relawan kebakaran membantu memadamkan api di kawasan dekat bandara dan seputaran Handil Bakti sangat kita anjurkan karena secara tidak langsung berdampak bagi kita juga,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Wahyu Hadi Cahyono menuturkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan indikator Particulate Matter (PM) 2,5, pada Senin (25/09/2023).

Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2.5 µm (mikrometer). Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar Beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µm/m3).

Hal ini menunjukkan kualitas udara Banjarmasin masuk dalam kategori tidak sehat. Hasil pemantauan tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, menyebutkan polutan berjenis Particulate Matter (PM) 2.5, yaitu partikel berukuran 2,5 mikron atau kurang.

“Ini sangat tidak baik bagi kesehatan. Kami mengimbau warga untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan. Kalau pun ingin berpergian keluar rumah gunakan selalu masker sebagai pelindung diri dari polusi udara tidak sehat,” kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Wahyu Hadi Cahyono, kepada awak media, di Banjarmasin, Senin (25/9).

“Jika mengacu data dan pemicunya, salah satunya adalah dampak langsung dari kebakaran hutan dan lahan, terutama kiriman tetangga terdekat.Karena bisa saja kelalatu (serpihan bekas benda terbakar) terbang ditiup angin singgah ke kota kita,” tambahnya.

Wahyu Hadi Cahyono menambahkan, tips agar terhindar dari polutan di Banjarmasin. Pertama adalah tetap , membiasakan diri menggunakan masker di ruang terbuka dan selanjutnya menggunakan air purifier atau penjernih udara.

“Yang terpenting adalah menutup jendela agar udara kotor tidak mudah masuk. Terakhir pastikan terus terus melakukan pemantauan kualitas udara, melalui informasi yang disampaikan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin,” pungkasnya. (jm)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

BK DPRD Kalsel Kunjungi DPRD Kapuas, Bahas Penegakan Etika Dewan

RETORIKABANUA.ID, Kapuas – Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan...

Bunda PAUD Banjarmasin Beri Tabungan Pendidikan Rp. 5 Juta untuk Anak Guru Honorer

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menyalurkan tabungan pendidikan...

Pemko Banjarmasin Raih Penghargaan IHYA 2026

RETORIKABANUA.ID, Jakarta – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin meraih penghargaan Terbaik II Indonesia...

DPRD Kalsel Ajak Generasi Muda Melek Politik

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Puluhan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Kalimantan...