KAlSEL – Tim basket putra akan melakoni pertandingan pertamanya menghadapi DKI Jakarta pada Pekan Olahraga Nasional Indonesia (PON) XX Papua, Rabu (29/9) di GOR Basket Mimika Sport Center, Papua.
Bagi Kalsel, tim DKI bukan lawan baru. Keduanya pernah bertemu pada babak kualifikasi PON 2019 dan DKI keluar sebagai juara pertama.
“Waktu babak kualifikasi PON, kita kalah dengan DKI dengan selisih 7 poin,” ungkap pelatih tim basket putra PON Kalsel, Mandris.
Pertandingan PON Papua kali ini, ia akui akan menyuguhkan persaingan yang ketat. Apalagi, tim DKI kabarnya ada perubahan formasi permainan. “Ada tiga pemain yang baru bakal diturunkan. Pada saat babak kualifikasi, tiga pemainnya memperkuat Timnas Junior,” tungkasnya.
Sedangkan tim basket putra Kalsel sendiri masih dengan pemain muka lama. “Pemain kita tetap yang tampil di Pra PON. Semuanya sudah siap meladeni semua lawan,” tambah Mandris.
Setelah menghadapi DKI Jakarta, tim basket putra Kalsel sudah ditunggu Jawa Tengah (Jateng), Banten, serta Jawa Barat (Jabar) yang merupakan juara PON XIX 2016.
“Saya sudah memantau atlet ke tempat penginapan. Semua pemain diminta untuk jaga kondisi dan istirahat cukup menjelang laga perdana,” sebut Monev Cabor Biliar dan Aeromodeling yang juga pengurus KONI Kalsel, M Yusi.
Koordinator Kontingen PON Kalsel di Mimika Fitri Rifani menyebutkan, sudah dua cabor Kalsel yang mulai bertanding. “Panjat tebing sudah dua nomor yang diikuti. Sedangkan biliar besok, disusul aeromodeling, dan atletik di hari berikut,” bebernya.
Adapun pemain basket Kalsel terdiri Ari Maulana, Alfin Indra, Yanto, Triadi Triacuaca, Rilo Agung Gumara, Topan Hendra, Albert, M Bagir, Sugi Aragit, dan M Raihan Alamsyah. (nn)



Leave a comment