PARINGIN – Progres pembangunan Istana Anak Yatim, kini Pemkab Balangan tinggal nantikan rekomendasi kelayakan eks perpustakaan untuk sebagai rencana tempat dari pada bangunan tersebut.
Saat ini, Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) masih dalam tahapan studi kelayakan bangunan tersebut.
Disampaikan Ketua Tim LPPM ULM Nurpansyah dalam kegiatan ekspose studi kelayakan yang di gelar di aula Benteng Tundakan, Selasa (12/10).
“Kalau melihat kondisi bangunan masih layak, namun masih ada tahapan berikutnya dari studi kelayakan yang kami lalukan,” cetusnya.
Lebih lanjut, eks kantor perpustakaan tersebut jika untuk di jadikan Istana Anak yatim memang ada hal-hal yang perlu diperhatikan, yaitu kontur tanah yang tidak rata.
Sehingga masih perlu waktu bagi mereka untuk melakukan kajian agar dapat memberikan usulan ke pihak pemerintah daerah.
Adapun untuk durasi dari tahapan studi kelayakan yang dilakukan LPPM ULM sendiri, masih ada waktu. Setidaknya hingga bulan Desember mendatang, baru bisa memberikan rekomendasi. “Untuk durasinya, hingga Desember sudah final dan rekomendasi sudah keluar,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Balangan H Abdul Hadi mengatakan jika sudah keluar hasil rekomendasi dari LPPM ULM mengenai kelayakan kantor bekas Dinas Perpustakaan. “Rencananya di sana (eks perpustakaan), kita desain ulang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pembangunan Istana Anak Yatim dilakukan di tahun 2022 mendatang, setelah selesainya studi kelayakan. “Insyaallah di tahun 2022, kita sudah melakukan langkah-langkah pembangunan fisik,” katanya. (mfr)



Leave a comment