KALSELPEMERINTAHANTANAH LAUT

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Kalsel Menanam Mangrove

416

Tanah Laut – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan aksi penanaman pohon mangrove dan Launching Program Karbon Biru Net Zero Emission from the Ocean (NEMO) di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, mengatakan peringatan lingkungan hidup setiap tahun bertujuan meningkatkan kesadaran global untuk mengambil tindakan yang positif bagi perlindungan alam dan bumi.

“Sampai saat ini permasalahan lingkungan terbesar adalah sampah, khususnya sampah plastik. Sehingga ditetapkan tema di 2023 yaitu “Solusi untuk Polusi Plastik,” kata Sahbirin, Senin (5/6).

Menurut dia, Kalsel terkenal dengan banyaknya sungai yang merupakan berkah, sekaligus menjadikan kita waspada. Sebab sudah banyak penelitian menyebutkan pencemaran mikro plastik di sungai dan laut, yang membahayakan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

“Oleh karenanya, saya mengimbau kepada setiap bupati/wali kota se-Kalsel untuk bersama-sama mengawal dan meningkatkan pengelolaan sampah dengan ketat,” tegasnya.

Kalsel memiliki 67 persen ekosistem pesisir, dari luas total provinsi ini. Menurut Sahbirin, ekosistem pesisir sangat berperan sebagai perlindungan darat dan laut. Mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki kemampuan menyimpan karbon, hingga sepuluh kali lipat polusi karbon per hektare, dibandingkan dengan kemampuan hutan hujan.

“Sehingga mangrove lah yang menjadi andalan mengurangi pemanasan global. Pada hari ini, mari kita gelorakan revolusi hijau, bersama seluruh bupati/wali kota, kita lakukan aksi serempak penanaman mangrove di pesisir dan juga tanaman lain di daerah aliran sungai, sekaligus membersihkan sampah plastik. Dengan cara ini kita mendukung komitmen pengurangan emisi karbon,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, menyebutkan hari lingkungan hidup sedunia bertujuan untuk mengajak kepedulian dan kesadaran dunia untuk mengambil tindakan bagi perlindungan alam dan bumi.

“Tujuan diselenggarakan kegiatan ini dalam bentuk aksi dan kampanye terhadap pengelolaan lingkungan hidup, khususnya masalah sampah plastik dan perubahan iklim. Kami merasa penting hal ini harus terus digaungkan untuk penyadartahuan, pentingnya kelola sampah dan menjaga ekosistem demi keberlanjutan fungsi lingkungan hidup,” ucapnya. (*)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Pansus DPRD Kalsel Mulai Usut Distribusi BBM Bersubsidi

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi DPRD Provinsi...

Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Komunikasi Publik di Era Digital

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menegaskan pentingnya pemahaman,...

Public Communication Summit 2026, DPRD Kalsel Tekankan Pentingnya Pengelolaan Isu

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Rais Ruhayat,...

Pemkab Kotabaru Perkuat Sinergi Komunikasi Publik di Era Digital

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru menegaskan komitmennya dalam memperkuat komunikasi...