RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Suasana Siring Balai Kota Banjarmasin pada Rabu sore (10/9) begitu semarak. Puluhan anak muda dari generasi Z tampil percaya diri di atas panggung, menyanyikan lagu-lagu Banjar dengan penuh semangat dalam Lomba Menyanyi Lagu Banjar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin.
Lomba ini bukan sekadar ajang hiburan. Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya serius untuk melestarikan warisan budaya lokal, terutama di kalangan generasi muda.
“Melalui lomba ini, kami ingin membangkitkan kembali rasa cinta masyarakat, khususnya anak-anak muda, terhadap seni musik Banjar. Lagu-lagu ini bukan hanya hiburan, tapi sarat makna, pesan moral dan filosofi hidup yang diwariskan leluhur kita,” ujar Wali Kota Yamin di hadapan para penonton dan tamu undangan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang turut meramaikan acara. Menurutnya, antusiasme para peserta membuktikan bahwa musik Banjar masih hidup dan terus berkembang di tengah masyarakat.
“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya untuk semua peserta. Semangat kalian adalah bukti bahwa seni musik Banjar tetap menjadi kebanggaan Kota Seribu Sungai,” tambahnya.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Fitriah, menjelaskan bahwa lomba ini melibatkan 25 peserta yang membawakan lagu-lagu Banjar pilihan dari dewan juri. Terdapat sepuluh lagu yang dipilih karena dinilai memiliki nilai budaya tinggi dan relevan dengan kehidupan masyarakat Banjar.
“Kami berharap lomba ini bisa melahirkan regenerasi musisi lokal yang tidak hanya berbakat, tapi juga bangga membawa identitas Banjar ke panggung yang lebih luas,” katanya.
Mengusung tema “Melestarikan Seni dan Budaya Banjar Melalui Lagu Banjar,” kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi seni, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan warga kota.
“Banjarmasin adalah kota yang maju dan sejahtera. Tapi kemajuan itu harus diimbangi dengan pelestarian budaya lokal. Lagu Banjar bukan sekadar nyanyian, tapi jati diri kita sebagai warga Banjarmasin,” tutup Fitriah. (ms)

Leave a comment