RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pembangunan Bendungan Riam Kiwa terus didorong sebagai solusi pengendalian banjir di Kalimantan Selatan. Proyek strategis nasional ini diproyeksikan mampu mengurangi risiko banjir hingga 70 persen di wilayah hilir, sekaligus membuka peluang di sektor energi dan pariwisata.
Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Harapannya pada 2026 proyek ini sudah mulai direalisasikan,” ujarnya.
Ia menyebut proses alih fungsi lahan telah mendapat persetujuan. Namun, koordinasi antara pemerintah pusat, instansi terkait dan Pemerintah Kabupaten Banjar tetap diperlukan agar proyek berjalan lancar.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Banjar, Ikhwansyah, menjelaskan bahwa penyiapan lahan sebagian besar telah selesai dan kini masuk tahap penilaian aset milik warga.
“Selanjutnya akan dilakukan appraisal untuk menentukan nilai tanaman kebun masyarakat,” jelasnya.
Dengan progres yang terus berjalan, Bendungan Riam Kiwa diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi banjir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar. (ms)


