BANJARMASINKALSEL

Gegara Jalan Gubernur Syarkawi Ditutup, Hiswana Bingung Distribusikan LPG

380
Ketua Hiswana Migas Kalsel, H. Saibani (Kiri)

BANJARMASIN – Hampir sepekan, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalsel bingung. Bukan karena stok LPG kosong, tapi distribusinya yang seret.

Penyebabnya, Jalan Gubernur Syarkawi yang menjadi satu-satunya akses distribusi untuk dilewati truk tanki gas LPG ditutup.

“Terhambatnya sudah berlangsung 6 hari ini, truk gas elpiji kami tidak bisa distribusi,” kata Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalsel H Saibani, Minggu (11/4) siang.

Kalaupun dipaksakan, waktu tempuhnya lama. Sebelumnya hanya satu hari, sekarang bisa 2-3 hari, baru sampai ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).

Padahal, stok di Depo Pertamina kawasan jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala (Batola) berlimpah. Sampai hari ini saja, jumlahnya sebanyak 3.652 Metrik Ton. Jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kalsel sampai sepuluh hari ke depan.

Saibani bilang, jika kondisi normal, LPG yang didistribusikan ke daerah sebanyak 400 MT per hari. Namun karena terkendala jalan rusak, sampai sekarang baru 70 persen yang bisa didistribusikan ke agen-agen yang ada di kabupaten/kota.

Sementara ini, agar distribusi tetap bisa jalan, pihaknya terpaksa menyewa kapal LCT. Itupun belum maksimal. Masalahnya, lagi-lagi soal waktu tempuh. Meski kapal tersebut mampu menampung 14 truk tanki dengan kapasitas muatan per unit 13 MT, setiap kali berlabuh, namun perjalanan menuju SPBE Jambu di Banjarmasin selama enam jam.

“Paling maksimal dua kali angkut,” ucapnya.

Coba seandainya pemerintah memberikan jalur alternatif bagi distribusi LPG, misal membuka jembatan Alalak 1. Saibani yakin, tidak akan ada gejolak di masyarakat soal ketersediaan LPG. Karena pangkalan sudah banyak melapor, masyarakat mulai resah. Jika tetap tak ada solusi, dikhawatirkan menimbulkan inflasi. Apalagi hampir memasuki bulan Ramadan.

“Saya khawatir, kondisi ini dimanfaatkan oknum spekulan. Harga gas LPG yang semula di eceran normal, diprediksi bakal kembali melonjak,” pungkas Saibani. (syl)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagian Dari

Berlangganan

    Subscribe to our mailing list to receives daily updates direct to your inbox!

    Related Articles

    Saksikan Final Soekarno Cup 2025, Bang Dhin: Sepak Bola Kampung Perekat Persatuan

    RETORIKABANUA.ID, Bali — Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin...

    Bang Dhin Dorong Transparansi Rencana Pembangunan Jalur Kereta Api di Kalsel

    RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Selatan hingga...

    Pemkot Banjarmasin Peringati HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025, Ribuan Guru Hadiri Acara Puncak

    RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan menggelar acara puncak peringatan...

    Film “Timur” Gelar Special Screening di 17 Kota, Debut Sutradara Iko Uwais Tuai Pujian

    RETORIKABANUA.ID, Jakarta, 13 Desember 2025 — Menjelang penayangan resminya pada 18 Desember...