BANJARMASINBUDAYAPemko Banjarmasin

Festival Manopeng Banyiur: Warisan Leluhur yang Tetap Hidup di Tengah Zaman

304

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Pemerintah Kota Banjarmasin secara resmi membuka Festival Manopeng Banyiur, sebuah perayaan budaya penuh makna yang berlangsung selama tiga hari, 11–13 Juli 2025, di Jalan Banyiur Luar, Basirih. Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, hadir langsung dan membuka kegiatan pada Jumat (11/7).

Dalam sambutannya, Wali Kota Yamin menegaskan bahwa Manopeng Banyiur bukan sekadar festival seni biasa, melainkan cerminan peradaban panjang masyarakat Banjar yang masih terjaga hingga kini.

“Ini adalah sejarah yang hidup. Di tengah gempuran era digital, kita patut bangga karena masih memiliki akar budaya yang kuat dan menjadi ciri khas daerah kita,” ujar Yamin.

Festival ini merupakan tradisi tahunan keluarga besar Dzuriyat Haji Ujang dan masyarakat Kampung Banyiur, yang secara turun-temurun digelar setiap malam Senin di bulan Muharam. Lebih dari sekadar perayaan, tradisi Manopeng menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen, sekaligus ruang silaturahmi dan pelestarian nilai budaya lokal.

Wali Kota secara khusus memberi apresiasi kepada Ferdi Irawan, seniman muda asal Banyiur yang dikenal sebagai pelestari berbagai seni dan pusaka budaya Banjar, mulai dari tari Japin, gamelan, rabab, hingga topeng tua berusia ratusan tahun.

Ferdi adalah penerima Anugerah Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2020, dan kini menjadi figur sentral dalam menjaga identitas budaya Kampung Banyiur yang telah eksis sejak zaman Datu Mahbud, salah satu tokoh masyarakat Banjar terdahulu.

“Ferdi Irawan adalah contoh nyata bagaimana generasi muda bisa menjadi pelestari budaya. Kita perlu lebih banyak ‘Ferdi-Ferdi’ lainnya agar warisan ini tidak hanya dikenang, tetapi tetap hidup dan berkembang,” tegas Yamin.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak masyarakat Banjarmasin serta wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara untuk turut meramaikan rangkaian acara budaya di Festival Manopeng. Beberapa kegiatan yang menarik perhatian antara lain:

Pagelaran Japin Carita

Ritual Bajapanan sambil menggendong anak

Pertunjukan seni dan budaya khas Kampung Banyiur

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Festival Manopeng juga diharapkan menjadi ruang strategis promosi pariwisata, serta penguatan identitas lokal Kota Banjarmasin di mata dunia.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi atas aspirasi masyarakat Kampung Banyiur mengenai rencana pembangunan dermaga sebagai akses bagi jukung tradisional serta fasilitas pendukung latihan seni budaya.

“Semoga Kampung Banyiur terus menjadi inspirasi, bukan hanya sebagai penjaga budaya, tetapi juga sebagai wajah Banjarmasin yang sarat makna dan jati diri,” pungkasnya. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Bang Dhin: Jalur Banjarbaru–Batulicin Jangan Terus Memakan Korban, Keselamatan Masyarakat Harus Menjadi Prioritas

BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin, S.E., M.A.P.,...

Bang Dhin: Proses PAW Komisioner KPID Kalsel Harus Dilaksanakan Sesuai Ketentuan yang Berlaku

BANJARMASIN – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin,...

38 Jemaah Umrah Kalsel Terlantar di Jeddah, Bang Dhin Minta Pengawasan Travel Dievaluasi

BANJARMASIN – Kasus 38 jemaah umrah asal Kalimantan Selatan yang sempat terlantar...

Bang Dhin Sejalan dengan Gubernur Muhidin: Jika Janji Pemulihan Listrik Tak Terpenuhi, GM PLN Harus Bertanggung Jawab

BANJARMASIN – Sikap tegas Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, terhadap persoalan pemadaman listrik...