RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Workshop dan Sosialisasi Pemetaan Data dan Informasi berbasis Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Rabu (8/10), bertempat di Aula Diskominfo Kalsel.
Kegiatan ini mengusung tema: “Arsitektur Data Informasi SPBE: Mendesain Sistem Data yang Fleksibel dan Skalabel” dan diikuti oleh perwakilan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Kalsel.
Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, melalui Sekretaris Dinas Mashudi, menyampaikan bahwa penerapan SPBE menjadi hal yang wajib di era digital saat ini, terutama untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
“SPBE harus diterapkan secara menyeluruh di setiap instansi. Ini adalah fondasi penting untuk mewujudkan pelayanan yang terintegrasi dan efisien,” ujarnya.
Mashudi mengakui masih ada tantangan dalam penerapan SPBE, khususnya terkait pengembangan aplikasi dan layanan digital yang berjalan sendiri-sendiri, tanpa integrasi antarsistem.
“Akibatnya, data dan informasi menjadi tidak akurat dan sulit digunakan untuk pengambilan kebijakan,” jelasnya.
Melalui workshop ini, setiap SKPD didorong untuk mengidentifikasi dan memetakan jenis layanan digital dan data yang mereka hasilkan, sebagai langkah awal menuju integrasi sistem berbasis arsitektur SPBE.
“Mari kita petakan layanan dan data secara menyeluruh, agar arsitektur SPBE bisa diterapkan secara tepat dan bermanfaat,” tambah Mashudi.
Ia berharap kegiatan ini dapat mempercepat terwujudnya Satu Data Indonesia, sekaligus mendorong terjadinya transformasi digital di sektor pemerintahan.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk aktif mengikuti sesi workshop dan memberikan kontribusi terbaik demi peningkatan layanan publik di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (ms)

Leave a comment