PARINGIN – Jembatan gantung yang menjadi pusat akses satu-satunya bagi warga Desa Padang Panjang RT 06, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, ambruk akibat abrasi sungai, Minggu (16/1) malam.
Jembatan ini adalah sarana vital masyarakat untuk aktivitas pertanian, perkebunan, serta perekonomian.
Diungkapkan tokoh masyarakat setempat, H Sarbatan, Rabu (19/1), jembatan tersebut dibangun pada tahun 2013 silam oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Beruntung kejadiannya malam hari, dan tidak ada aktivitas warga. Seandainya siang, mungkin akan menimbulkan bahaya bagi warga yang sering melakukan aktivitas di jembatan tersebut,” ujarnya.
Peristiwa ambruknya jembatan, tambah dia, sudah disampaikan kepada kepala desa. Bahkan diinformasika sejak mulai terlihat adanya gerusan air pada tepian sungai yang menjadi tumpuan pondasi jembatan.
“Ini sudah jembatan kedua yang dibangun. Nasib jembatan pertama dulu juga sama. Kejadiannya sekitar tahun 2012 silam. Lalu dibangunlah jembatan gantung ini pada tahun 2013, dengan memindah posisi pembangunan bergeser ke lahan saya,” ungkapnya.
Sarbatan berharap, masalah ini segera sampai ke pemerintah kecamatan dan kabupaten, sehingga segera ditemukan solusi untuk akses warga menuju areal pertanian dan perkebunan, sekaligus akses perekonomian masyarakat. (sya)

Leave a comment