RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Kota Banjarmasin kembali menegaskan perannya sebagai pusat komunikasi strategis di Kalimantan melalui Seminar Komunikasi & Kehumasan bertajuk “Banjarmasin untuk Indonesia: Kolaborasi Strategis Humas di Era Digital dan Keberlanjutan”. Kegiatan ini digelar di Gedung Handil Bakti Uniska pada Sabtu (18/4).
Seminar ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ajang konsolidasi para praktisi humas di tengah cepatnya perubahan dunia digital yang menuntut kemampuan adaptasi tinggi, khususnya di wilayah Kalimantan.
Sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang turut hadir. Di antaranya Novaria Maulina yang membahas pentingnya peningkatan kompetensi humas, serta Dian Agustine Nuriman yang mengangkat kampanye komunikasi positif melalui gerakan #IndonesiaBicaraBaik.
Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia, Boy Kelana Soebroto, juga hadir memberikan arahan. Ia menekankan pentingnya peran humas dalam membangun komunikasi publik yang profesional, adaptif dan berkelanjutan di tengah arus informasi yang semakin dinamis.
Momentum penting lainnya dalam kegiatan ini adalah pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) PERHUMAS Banjarmasin periode 2026–2029. Berdasarkan keputusan organisasi, Bangkit Pratama resmi dilantik sebagai ketua.
Pembentukan BPC PERHUMAS Banjarmasin menjadi tonggak penting, karena merupakan cabang pertama di wilayah Kalimantan. Dalam sambutannya, Bangkit menegaskan bahwa kehadiran organisasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk memperkuat peran komunikasi di daerah.
“Ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah untuk menjadi penggerak kolaborasi dan memastikan peran Banjarmasin dalam narasi Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan besar di era digital, terutama dalam membangun kepercayaan publik.
“Kita tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan dan menjaga reputasi,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, PERHUMAS Banjarmasin diharapkan mampu mendorong terbentuknya ekosistem komunikasi yang lebih profesional, kolaboratif, dan berkelanjutan. Selain itu, peran humas daerah juga diharapkan semakin kuat dalam mendukung citra dan reputasi Indonesia di tingkat nasional.
Seminar ini sekaligus menjadi langkah awal mempererat kerja sama lintas sektor, guna menghadirkan praktik komunikasi yang kredibel, adaptif dan berdampak nyata bagi masyarakat. (ki)
