BANJARMASIN – Antusias warga Banjarmasin dan Kabupaten Batola menyambut peresmian Jembatan Alalak mulai menimbulkan kekecewaan. Peresmian yang rencananya dilakukan Kamis (21/10) mendatang oleh Presiden RI Joko Widodo, persiapannya menuai tanya.
Apa hal? Beredar kabar, untuk persiapan acara peresmian memakai jasa event organizer (EO) dari luar Kalsel. Padahal, di Banua sendiri tak kurang sumber daya lokal yang bisa meng-handle kegiatan berskala nasional.
Kabar itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin, setelah ia menerima keluhan dari EO lokal.
Bang Dhin, begitu ia kerap disapa, mengatakan informasi tersebut tentu membikin sesak pelaku industri EO di daerah.
“Ada kekecewaan, wajar lah. Kalau ada yang mampu menangani dari sumber daya lokal, mengapa harus EO luar,” ujarnya, Senin (18/7).
Kenyataannya, tambah Wakil Ketua Kadin Kalsel ini, di Banua ada EO yang biasa meng-handle untuk acara level presiden. Beberapa kali, saat Jokowi ke Kalsel menggunakan EO lokal.
“Namun, kenapa dalam peresmian Jembatan Alalak, jembatan kebanggaan baru warga Banua ini, EO lokal tak dimaksimalkan,” ucapnya dengan nada tanya.
Semestinya, lanjut dia, jika pun memakai EO luar, tetaplah melibatkan EO lokal. “Jika tidak, ini kan tak sesuai dengan semangat Presiden RI untuk meningkatkan industri kreatif lokal,” cetus Bang Dhin.
Ia memahami, pembangunan jembatan tersebut memang program dan proyek pusat. Termasuk anggarannya. Namun, mestinya juga harus melibatkan peran serta daerah. “Sehingga kesan sentralitasnya menjadi hilang,” pungkasnya.
Sementara itu, menanggapi rencana peresmian jembatan Alalak yang menggunakan EO dari luar itu, Ketua Perkumpulan Pengusaha Event Organizer (Perpeo) Kalsel, M Rosyadi Razak, menilai kurang tepat.
“Di Kalsel sendiri memiliki sumber daya EO yang sudah berpengalaman meng-handle kegiatan kegiatan yang dihadiri oleh presiden. Di organisasi Perpeo sendiri terdapat 30 anggota EO berbadan hukum resmi, yang berpengalaman dan mampu untuk melaksanakan kegiatan dengan protokol kepresidenan,” ungkapnya.
Selain itu, peresmian jembatan ini merupakan hajat besar yang ditunggu oleh masyarakat Kalsel. Sudah selayaknya dalam rangkaian acara melibatkan EO lokal sebagai pelaksana yang lebih paham dengan kondisi daerah.
“Bahkan, bukan hanya sebagai sumber daya atau pelengkap untuk kebutuhan pelaksanaan, tetapi sebagai EO yang bisa menjadi konseptor, serta eksekutor dengan khasanah lokal yang lebih kental,” tandasnya.
Dan yang menjadi point penting di masa pandemi ini, lanjut dia, pada akhirnya adalah ini bisa menjadi perputaran roda ekonomi untuk para pengusaha EO Kalsel itu sendiri.
“Sangat disayangkan, serta miris apabila EO utama peresmian jembatan alalak tersebut realitanya dipegang dari EO bukan dari Kalsel,” tutupnya. (syl)

Leave a comment