RETORIKABANUA.ID, Rantau – Produk unggulan Kabupaten Tapin, Abon Cabai Rawit Hiyung, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia memberikan penghargaan One Village One Product (OVOP) Bintang 2, dan piagamnya secara simbolis diserahkan langsung oleh Bupati Tapin, H. Yamani, kepada petani cabai Hiyung, Junaidi.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kualitas dan potensi Abon Cabai Hiyung sebagai produk khas daerah yang mampu bersaing, bahkan menuju pasar global.
“Dengan penghargaan ini, semangat kami untuk terus berinovasi semakin besar. Kami menargetkan setiap tahun bisa menghasilkan satu produk baru dari cabai Hiyung,” ujar Junaidi penuh semangat, Senin (3/3).
Bahkan, Junaidi menargetkan di tahun 2026 mendatang, produk olahan cabai Hiyung bisa meraih predikat OVOP Bintang 3, level tertinggi dalam program ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Tapin, Yustan Azidin, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bukti bahwa produk lokal berbasis potensi daerah mampu bersaing secara nasional.
“Program OVOP adalah inisiatif Kementerian Perindustrian sejak 2007 untuk mendorong industri kecil dan menengah (IKM) menghasilkan produk khas daerah yang berdaya saing tinggi,” ungkap Yustan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 14 Tahun 2021, penghargaan OVOP diberikan setiap dua tahun sekali kepada IKM yang memenuhi kriteria kualitas, keunikan, dan keberlanjutan usaha. Produk Abon Cabai Rawit Hiyung menjadi satu-satunya dari Kalimantan Selatan—bahkan dari seluruh Kalimantan—yang berhasil meraih predikat OVOP Bintang 2 di kategori makanan dan minuman.
Ke depan, kata Yustan, langkah yang akan diambil antara lain memperkuat branding, meningkatkan kapasitas produksi, serta menjaga standar kualitas agar produk ini semakin diminati, baik di pasar nasional maupun internasional.
“Pemkab Tapin akan terus memberikan pendampingan, membuka akses pasar, dan memfasilitasi peningkatan daya saing agar produk-produk IKM lokal dapat berkontribusi lebih besar, termasuk di sektor ekspor nonmigas,” pungkasnya. (ki)



Leave a comment