KANDAGAN-Wahyudi Rahman yang biasa disapa Gabas mengatakan, kegiatan reses kali ini sasarannya beberapa titik kelompok petani.
Dalam kegiatan itu, ia didampingi Endah Sosilowati, Kepala Balai Pertanian Kecamatan Padang Batung di HSS. Ia menyampaikan combine sangat diperlukan petani untuk saat ini.
Combine adalah mesin panen yang sangat canggih cara kerjanya. Hanya memerlukan waktu 1 jam bisa mencapai luas panen 1 ha.
Saat ini combine selalu dicari para petani karena sangat menolong dari segi biaya panen, dibanding power thresher atau secara manual. Hasil dari mesin combine lebih bersih dibanding menggunakan power thresher.
Kalau dilihat dari segi biaya ada selisih, menggunakan combine dalam satu karung biayanya Rp 35.000 dan yang secara manual dalam satu karung Rp 50.000.
Keuntungan selanjutnya dari combine yang dirasakan para petani, jerami (limbah panen) secara tidak langsung kembali ke lahan, sehingga tidak banyak memerlukan salah satu unsur, yaitu unsur N. Karena unsur N secara tidak langsung akan terbentuk melalui pelapukan jerami di lahan tersebut.
Wahyudi berharap, ke depan, baik di provinsi atau kabupaten dalam pemulihan ekonomi harus lebih fokus terhadap infrastruktur pertanian, perkebunan dan juga peternakan. Begitu pula pebingkatan jalan usaha tani atau jalan produksi, serta peralatan yang menunjang pertanian.
Terkait reses, Wahyudi mengatakan rangka menyerap aspirasi masyarakat. Dan telah terlaksana selama delapan hari, yakni pada 17 Oktober hingga 24 Oktober. (thr)

Leave a comment