BANJARMASIN – Ketertarikan Riza Miftah soal kopi dan ketekunannya mengulik, serta dukungan dari sang mentor, menjadikannya berani melahirkan kedai kopi yang menghiasi halaman rumahnya. Tahun 2017 menjadi awal perjalannya melakoni bisnis ini.
Iza Obob, sapaan akrabnya, bercerita kenapa Pelataran Coffee dipilih sebagai branding. Sebanarnya itu dari celetukan salah satu kawan yang pernah mampir ke kedai. “Awalnya kami tak memiliki nama, hanya berkonsep biasa di depan halaman rumah. Saat itu hanya ada tiga kedai, termasuk kami yang mengusung kedai seperti itu di Banjarmasin,” katanya.
Sama seperti kedai kopi pada umumnya, Pelataran Coffee juga memiliki cerita yang cukup panjang dari awal mula berdirinya. Pemilihan bahan baku dan mempunyai perkebunan biji kopi sendiri, serta menjadi wadah diskusi untuk sesama pencinta kopi.
Iza menuturkan kecintaannya dalam mengolah kopi tidak terlepas dari tangan dingin Siva Raja, sang mentor yang selalu mendukung hingga sekarang. “Saya bersyukur bisa bertemu dan mendapatkan ilmu dari salah satu juri tingkat nasional itu,”, ucapnya.
Nikmati kopinya, jangan tanyakan prosesnya. Karena besok kopi itu belum tentu masih ada untuk dinikmati. Begitulah falsafah yang selalu diajarkan sang mentor.
Tidak hanya kopi, di tempat ini juga ada gorengan bakwan yang menjadi ciri khas Palataran Coffe. “Sebenarnya, minyak di bakwan justru mengurangi rasa kopi. Tapi, pelanggan malah merasa cocok,” cetusnya.
Harga yang ditawarkan kedai di Jalan Stadion Lambung Mangkurat 3, Pemurus Dalam, Banjarmasin ini relatif terjangkau. Berkisar Rp 18 ribu sampai Rp 28 ribu untuk menikmati seduhan kopi signature dari kedai tersebut. (uta)



Leave a comment