BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menunda pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di seluruh tingkatan sekolah yang rencananya dimulai 12 Juli 2021.
Padahal beberapa orang tua sangat antusias ingin melihat anak-anak sekolah kembali. Mereka sudah membelikan peralatan sekolah yang baru.
“Sudah menebus baju sasirangan, serta lambang-lambang dari pihak sekolah. Saya juga membelikan sepeda baru untuk anak,” kata Maimunah, warga Barabai, Minggu (11/7).
Tahun ini harusnya awal masuk sekolah anaknya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun keinginan untuk melihat anaknya memakai seragam baru harus tertunda.
“Handak banar sudah melihat anak sekolah. Daripada di rumah saja, kasihan,” curhatnya dalam bahasa Banjar.
Sedangkan penundaan PTM di HST disebabkan karena sebaran Covid-19 meningkat. “Memperhatikan perkembangan data peningkatan penyebaran kasus positif Covid-19. HST mulai mengalami peningkatan,” kata Plt Kadis Pendidikan HST Muhammad Anhar.
HST masuk kategori zona sedang dengan jumlah akumulasi yang positif adalah sebanyak 1261 orang, dalam perawatan 42 orang, suspek 6 orang, sembuh 1126 orang dan meninggal 93 orang.
Anhar mengatakan, penundaan PTM tersebut selama satu pekan, dengan asumsi PTM terbatas bisa dilaksanakan mulai tanggal 19 Juli 2021 mendatang dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan data laju penyebaran kasus Covid-19 di HST.
“Tapi karena mulainya kalender akademik 2021/2022 pada tanggal 12 Juli ini, satuan pendidikan tetap diwajibkan mengggelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” pungkasnya. (jms)

Leave a comment