RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru membentuk Tim Koordinasi Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Reproduksi sebagai langkah mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI). Pembentukan tim tersebut dilaksanakan melalui Dinas Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang rapat Bapperida Kotabaru, Kamis (9/7).
Rapat tersebut dihadiri perwakilan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta mitra di bidang kesehatan.
Tim koordinasi ini dibentuk untuk menyelaraskan perencanaan, kebijakan, dan penganggaran lintas sektor sehingga program peningkatan kesehatan ibu dan reproduksi dapat berjalan secara terpadu, efektif dan tepat sasaran.
Kepala Bidang Perencanaan Sosial, Budaya, Pemerintahan, dan Pembangunan Manusia Bapperida Kotabaru, Rakhmawaty, mengatakan pembentukan tim merupakan langkah strategis untuk mengintegrasikan perencanaan dan penganggaran program kesehatan reproduksi.
“Tujuan pembentukan Tim Koordinasi ini adalah mengakomodasi dan mengintegrasikan proses perencanaan serta penganggaran. Dengan terbentuknya tim ini, upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu di Kabupaten Kotabaru diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan terkoordinasi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir Kabupaten Kotabaru masih menjadi salah satu daerah dengan angka kematian ibu tertinggi di Kalimantan Selatan. Karena itu, diperlukan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk memperbaiki kondisi tersebut.
“Kita semua tahu, dalam beberapa tahun terakhir Kotabaru masuk dalam tiga besar daerah dengan angka kematian ibu tertinggi di tingkat provinsi. Melalui tim ini, kami berharap tren Angka Kematian Ibu di Kabupaten Kotabaru terus menurun,” katanya.
Rakhmawaty juga mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu.
“Mari kita kuatkan komitmen bersama demi terwujudnya pelayanan kesehatan ibu yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru yang diwakili Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Akhmad Saleh, mengatakan pembentukan tim koordinasi diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kematian ibu yang selama ini masih menjadi perhatian serius.
Ia menjelaskan, dalam dua tahun terakhir Kabupaten Kotabaru menempati peringkat pertama angka kematian ibu tertinggi di Kalimantan Selatan sehingga diperlukan langkah-langkah yang lebih terintegrasi.
“Berbagai upaya telah dilakukan Dinas Kesehatan, di antaranya melibatkan dokter spesialis tidak hanya di rumah sakit rujukan, tetapi juga di puskesmas untuk meningkatkan pelayanan dan penanganan bagi ibu hamil,” ujarnya. (mc)


