RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Banjarmasin yang sempat kosong akhirnya resmi terisi. Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ichrom Muftezar, dilantik sebagai Sekda Kota Banjarmasin oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, didampingi Wakil Wali Kota Ananda, di Lobby Balai Kota Banjarmasin, Rabu (20/5).
Pelantikan tersebut menjadi perhatian karena di tengah tingginya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik, Ichrom justru membuka ruang kritik dan evaluasi terhadap kinerjanya sejak hari pertama menjabat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR menegaskan bahwa posisi Sekda bukan hanya jabatan administratif, tetapi juga penggerak utama birokrasi pemerintahan daerah. Menurutnya, tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks karena masyarakat menginginkan pelayanan yang cepat, transparan dan mampu memberikan solusi nyata.
“Sekda harus menjadi motor penggerak birokrasi yang cepat, profesional, responsif, adaptif dan berorientasi pada hasil. Pemerintah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata,” ujarnya di hadapan unsur Forkopimda, kepala SKPD, pejabat lingkup Pemkot Banjarmasin, tokoh masyarakat dan tamu undangan.
Yamin juga meminta Sekda baru mampu menjaga soliditas organisasi serta menciptakan budaya kerja yang produktif dan solutif di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Sementara itu, Ichrom Muftezar menegaskan dirinya siap menerima kritik dan masukan, baik dari masyarakat maupun internal pemerintahan. Ia bahkan meminta seluruh pihak tidak ragu mengingatkannya jika dinilai lalai dalam menjalankan tugas.
“Saya siap dikritik dan diberi saran. Kalau saya lalai, tolong diingatkan. Kita ingin mewujudkan visi dan program Banjarmasin Maju Sejahtera dengan kerja bersama,” tegasnya usai pelantikan.
Ichrom juga menilai pembangunan kota tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Karena itu, ia ingin memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui konsep hexahelix dengan melibatkan akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, media, masyarakat, hingga agregator sebagai penghubung berbagai elemen pembangunan.
Menurutnya, pola kerja kolaboratif penting agar kebijakan pemerintah lebih terarah, terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat Kota Banjarmasin.
Pelantikan Sekda baru ini dinilai menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Banjarmasin dalam memperkuat reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka.
Sikap Ichrom yang secara terbuka meminta kritik juga dinilai menjadi sinyal positif bahwa birokrasi mulai membuka ruang partisipasi publik demi menciptakan pemerintahan yang responsif, akuntabel dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (ms)

