RETORIKABANUA.ID, Amuntai – Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Hero Setiawan, resmi membuka kegiatan Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) Tahun 2026 di Aula KH Idham Chalid HSU, Rabu (20/5).
Kegiatan tersebut dirangkai dengan evaluasi inovasi HSU Ceria Tahun 2025 serta peningkatan keterampilan dokter puskesmas dan petugas gizi dalam sistem rujukan balita bermasalah gizi secara berjenjang.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten HSU dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan kepedulian sosial masyarakat terhadap keluarga berisiko stunting.
Dalam sambutannya, Hero Setiawan menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, kondisi sosial ekonomi keluarga, pola asuh, sanitasi, hingga akses layanan kesehatan.
“Penanganan stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten HSU terus mendorong berbagai program strategis dan inovatif untuk mempercepat penurunan stunting, salah satunya melalui program HSU Ceria (Cegah Stunting Bersama) yang telah dijalankan sepanjang 2025.
Program tersebut menjadi bentuk sinergi antara perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha dan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.
Melalui kegiatan ini, pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan HSU Ceria guna mengukur efektivitas program, mengidentifikasi tantangan di lapangan, serta menyusun langkah perbaikan agar program semakin tepat sasaran.

Hero Setiawan juga mengapresiasi Program Genting yang menjadi salah satu dari lima program Quick Win Kemendukbangga/BKKBN dalam percepatan penurunan stunting.
Menurutnya, program tersebut mampu menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam membantu keluarga berisiko stunting melalui dukungan pemenuhan gizi dan pendampingan.
“Melalui Gerakan Orang Tua Asuh ini, kita ingin memastikan tidak ada anak-anak di Hulu Sungai Utara yang mengalami kekurangan gizi tanpa perhatian dan penanganan,” katanya.
Selain evaluasi program, kegiatan juga diisi dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya dokter puskesmas dan petugas gizi dalam sistem rujukan balita bermasalah gizi secara berjenjang.
Langkah tersebut dinilai penting agar balita yang mengalami masalah gizi dapat ditangani secara cepat, tepat dan terintegrasi.
Hero berharap para dokter dan petugas gizi semakin memahami tata laksana penanganan balita bermasalah gizi, memperkuat koordinasi antar fasilitas kesehatan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan komitmen dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten HSU demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas.
“Percepatan penurunan stunting harus menjadi gerakan bersama yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan konsisten demi mendukung terwujudnya visi HSU Bangkit,” tegasnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dr. Hj. Lily Inderiani yang menyampaikan materi tentang Program Genting 2026, HSU Ceria, dan penguatan monitoring Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting.
Selain itu, dr. Islamiyah Dewi Yunianti turut memberikan materi terkait pembahasan PKMK bagi balita stunting serta keterampilan penyaringan rujukan oleh dokter puskesmas dan petugas gizi. (MCHSU/mid)


Eror: Formulir kontak tidak ditemukan.
RETORIKABANUA.ID, Amuntai – Ketua TP PKK Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Murniati,...
Byadmin21 Mei 2026RETORIKABANUA.ID, Amuntai – Badan Koordinasi Penyelenggara Pendidikan dan Pengajian Al-Qur’an (BKPRMI) Kabupaten...
Byadmin20 Mei 2026RETORIKABANUA.ID, Amuntai – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar tanam perdana...
Byadmin20 Mei 2026RETORIKABANUA.ID, Amuntai – Ratusan warga memadati pasar murah bersubsidi yang digelar di...
Byadmin20 Mei 2026