RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Pemerintah Kota Banjarbaru bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banjarbaru menggelar seminar bertema “Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dalam Pengelolaan Sampah di Rumah Tangga” serta lomba busana kebaya, Selasa (28/4) berlangsung di Aula Gawi Sabarataan.
Diikuti berbagai organisasi perempuan se-Kota Banjarbaru. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua DWP Kota Banjarbaru, Atika Anggraini Sirajoni, Ketua GOW, Ermina Fujianti Wartono, Ketua Gatriwara, Waode Zaenab, serta anggota organisasi wanita lainnya.
Dalam sambutan Wali Kota Banjarbaru yang dibacakan Kepala Dinas P3APMP2KB, Erma Epiyana Hartati, disampaikan bahwa peringatan Hari Kartini menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan, terutama di bidang kesehatan, pendidikan dan martabat.
Ia menegaskan bahwa perjuangan R.A. Kartini merupakan warisan berharga yang terus menginspirasi perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan. Selain itu, peringatan ini diharapkan mampu mendorong perempuan untuk terus berkembang, bersyukur, serta memberikan kontribusi positif bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua DWP Kota Banjarbaru Atika Anggraini Sirajoni menyampaikan bahwa Hari Kartini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat agar perempuan terus berperan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, perempuan masa kini bisa menjadi “Kartini modern” melalui langkah sederhana yang berdampak besar, seperti mengelola sampah rumah tangga dengan baik. Membiasakan memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dinilai sebagai langkah nyata dalam menjaga lingkungan.
Ia juga menekankan bahwa peran perempuan, khususnya ibu, sangat penting dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan di keluarga. Dari kebiasaan kecil di rumah, kesadaran tersebut dapat berkembang menjadi budaya yang kuat dan berdampak bagi generasi mendatang.
Selain seminar, lomba busana kebaya turut memeriahkan acara. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas dan ekspresi diri, tetapi juga berperan dalam melestarikan budaya serta memperkuat identitas perempuan Indonesia. Lomba ini juga membantu meningkatkan rasa percaya diri dan mempererat hubungan antarorganisasi perempuan di Banjarbaru.
Melalui rangkaian kegiatan ini, semangat Kartini diharapkan tidak hanya menjadi simbol emansipasi, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata perempuan untuk menjaga lingkungan, melestarikan budaya, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Banjarbaru. (ms)
