RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menerima aspirasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan di Gedung DPRD Provinsi Kalsel, Kamis (15/1). Penyampaian aspirasi berlangsung sejak siang hingga sore hari.
Aspirasi yang disampaikan mahasiswa tersebut menyoroti isu nasional terkait dinamika penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang belakangan menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di berbagai media.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Rosehan Noor Bahri, menjelaskan bahwa mahasiswa meminta agar aspirasi mereka dapat disampaikan secara langsung kepada pimpinan DPRD. Oleh karena itu, pihaknya belum dapat mengambil keputusan atau sikap lebih lanjut sebelum pertemuan dengan pimpinan DPRD terealisasi.
“Adik-adik mahasiswa menginginkan audiensi langsung dengan pimpinan DPRD. Karena itu, saya belum bisa menentukan sikap lebih jauh. Namun, saya sangat menghargai aspirasi yang mereka sampaikan, khususnya terkait tuntutan mengenai Pilkada,” ujar Rosehan.
Ia juga menyampaikan bahwa secara pribadi dirinya sejalan dengan aspirasi mahasiswa agar pelaksanaan Pilkada tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan tidak membungkam suara rakyat. Menurutnya, meskipun Pilkada langsung memerlukan anggaran yang besar, pengawasan yang ketat dapat menjadi kunci menjaga kualitas demokrasi.
“Pilkada langsung memang membutuhkan biaya besar. Namun, dengan pengawasan dari KPU, Bawaslu, serta aparat penegak hukum, pelaksanaannya diharapkan tetap demokratis. Tidak ada jaminan pula bahwa Pilkada melalui DPRD sepenuhnya terbebas dari praktik politik uang,” tegasnya.
Terkait jalannya penyampaian aspirasi, Rosehan mengapresiasi peran aparat kepolisian, Satpol PP, serta insan pers yang turut menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ia mengakui sempat terjadi ketegangan di awal kegiatan, namun kondisi tersebut dapat diatasi melalui komunikasi dan dialog yang baik.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian, Satpol PP dan rekan-rekan media. Meski sempat terjadi dinamika di awal, setelah dilakukan komunikasi dan pertemuan, kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan kondusif,” pungkasnya. (ms)
