KALSELKESEHATANPemprov Kalsel

Pemprov Kalsel Resmikan Layanan OK Cito di RSUD Ansari Saleh

94

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui RSUD Ansari Saleh resmi meluncurkan layanan Kamar Operasi Cito (OK Cito) di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Senin (5/1). Layanan ini dihadirkan untuk meningkatkan kecepatan dan mutu penanganan pasien bedah darurat.

Peresmian dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim.

Muhamad Muslim menyampaikan apresiasi atas peningkatan layanan kesehatan di RSUD Ansari Saleh melalui kehadiran OK Cito di IGD.

“Hari ini kita bersyukur dan bangga karena pelayanan di RSUD Ansari Saleh semakin meningkat dengan hadirnya layanan kamar operasi cito di IGD. Ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam meningkatkan kualitas fasilitas dan sistem pelayanan kesehatan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan, RSUD Ansari Saleh memiliki peran strategis dalam sistem pelayanan kesehatan daerah, terutama dalam penanganan kasus kegawatdaruratan. Karena itu, peningkatan mutu layanan, kecepatan penanganan dan keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama.

Peluncuran layanan OK Cito di IGD diharapkan mampu memisahkan secara lebih efektif antara penanganan operasi darurat dan antrean operasi elektif. Dengan demikian, pelayanan bedah dapat berjalan lebih tertib, cepat dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Dengan dioperasikannya layanan OK Cito ini, waktu tunggu pasien dari IGD menuju kamar operasi dapat dipersingkat, sehingga mutu pelayanan dan indikator keselamatan pasien dapat terus ditingkatkan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Muhamad Muslim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan serta jajaran manajemen RSUD Ansari Saleh atas dedikasi dan pengabdian dalam melayani masyarakat.

Sementara itu, Direktur RSUD Ansari Saleh, dr. Tabiun Huda, menjelaskan bahwa saat ini rumah sakit memiliki delapan kamar operasi, dengan rincian lima berfungsi baik, satu rusak berat dan dua rusak ringan.

“Sepanjang tahun 2025, jumlah tindakan operasi mencapai 3.869 pasien, termasuk 988 operasi situ. Tingginya beban layanan kegawatdaruratan berdampak pada antrean operasi elektif yang bisa mencapai satu hingga dua bulan,” ungkapnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, pihak rumah sakit membuka layanan Kamar Operasi Cito di IGD yang dikhususkan bagi pasien gawat darurat. Layanan ini dibangun dengan dukungan dana SILPA BLUD dengan anggaran sekitar Rp5 miliar.

Dengan hadirnya OK Cito, tindakan bedah darurat dapat dilakukan lebih cepat tanpa mengganggu jadwal operasi elektif di instalasi bedah sentral.

“Kehadiran OK Cito ini sangat penting untuk mempercepat penanganan pasien gawat darurat, mengurangi antrean operasi elektif, serta memastikan terpenuhinya indikator mutu pelayanan, khususnya operasi situ, seperti pada kasus ibu melahirkan yang harus ditangani kurang dari 30 menit setelah diagnosis ditegakkan,” pungkas dr. Tabiun.

Sebagai rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, RSUD Ansari Saleh terus berkomitmen mengembangkan layanan kesehatan yang berkualitas, profesional dan berorientasi pada keselamatan pasien. (ms)

Related Articles

Wakil Ketua DPRD Kalsel Hadiri Puncak Hari Jadi ke-76 Kotabaru

RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Alpiya Rakhman, menghadiri...

HUT ke-76 Kotabaru Meriah, Wagub Kalsel Tekankan Sinergi Pembangunan

RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Kotabaru berlangsung meriah...

Pengurus YJI Kotabaru Resmi Dilantik, Siap Perkuat Edukasi Kesehatan Jantung

RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Pengurus Cabang Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kabupaten Kotabaru resmi...

Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemprov Kalsel Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai Kebangsaan

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir...