RETORIKABANUA.ID, Balangan – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Balangan, Saribuddin, mengajak seluruh madrasah di wilayahnya untuk menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pedoman utama dalam proses belajar dan mengajar.
Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya memberikan arahan di Balangan, Senin (4/8). Ia menekankan bahwa KBC bukan sekadar pendekatan teknis dalam pembelajaran, melainkan sebuah paradigma pendidikan yang menempatkan kasih sayang, empati dan keberpihakan kepada peserta didik sebagai inti dari proses pendidikan.
“Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan peserta didik bukan hanya sebagai objek pengajaran, tapi sebagai manusia utuh yang butuh dipahami, diterima dan disayangi,” ujarnya.
Saribuddin juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan di madrasah tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tapi juga dari tumbuhnya karakter, akhlak dan kedalaman spiritual siswa.
Untuk itu, seluruh madrasah di Balangan diminta mengacu pada panduan resmi yang telah disusun Kementerian Agama RI mengenai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.
“Panduan ini harus menjadi rujukan utama dalam menyusun perangkat ajar, metode pembelajaran, serta program intra dan ekstrakurikuler madrasah,” jelasnya.
Saribuddin juga menyampaikan apresiasi kepada tim penyusun kurikulum yang telah berhasil mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan universal ke dalam sistem pendidikan Islam.
Ia berharap, dengan implementasi KBC, madrasah dapat menciptakan suasana belajar yang lebih sehat secara emosional dan spiritual, serta menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.
“Kita ingin madrasah bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tapi juga menumbuhkan kasih sayang, toleransi dan rasa aman bagi semua anak,” pungkasnya. (ms)


Leave a comment