RETORIKABANUA.ID, Balangan – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Balangan terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan. Salah satunya melalui SIJEMPOL PERTAMA (Sistem Jemput Bola Perencanaan Tanggung Jawab Bersama), sebuah layanan pendampingan, monitoring dan evaluasi yang dilakukan langsung di setiap perangkat daerah.
Kepala Bapperida Kabupaten Balangan, Rakhmadi Yusni, Senin (20/7), menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir sebagai solusi atas berbagai kendala dalam penyusunan Rencana Kerja perangkat daerah serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembangunan.
Sebelumnya, proses asistensi dan monitoring dilakukan dengan mengundang perangkat daerah ke kantor Bapperida. Namun, mekanisme itu kerap menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya tingkat kehadiran peserta, keterlambatan penyampaian dokumen perencanaan, lambatnya pemenuhan data, hingga belum optimalnya pelaporan melalui aplikasi E-SAKIP.
Menurut Rakhmadi, kondisi tersebut berdampak pada sinkronisasi program pembangunan, keterpaduan lintas sektor, serta efektivitas pengendalian pembangunan daerah.
“Berdasarkan evaluasi internal, kami melakukan penjaringan ide inovasi melalui forum diskusi bersama seluruh jajaran pegawai. Dari proses itu lahirlah SIJEMPOL PERTAMA sebagai solusi untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pendampingan kepada perangkat daerah,” ujarnya.
Melalui inovasi tersebut, tim Bapperida tidak lagi menunggu perangkat daerah datang ke kantor, tetapi secara aktif mendatangi setiap perangkat daerah sesuai jadwal yang telah disusun.
Selain melakukan monitoring dan evaluasi, tim juga memberikan pendampingan dalam penyusunan dokumen Renja, membantu menyelesaikan berbagai persoalan perencanaan, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Selain melaksanakan monitoring dan evaluasi, tim juga memberikan asistensi penyusunan dokumen Renja, membantu penyelesaian berbagai permasalahan perencanaan, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Pelaksanaan SIJEMPOL PERTAMA mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 yang mengamanatkan Bappeda kabupaten/kota untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan strategis perangkat daerah sekaligus memberikan rekomendasi perbaikannya.
Rakhmadi mengatakan, sejak diterapkan, inovasi tersebut membawa perubahan positif. Keterlambatan penyampaian laporan kinerja perangkat daerah dapat ditekan, berbagai kendala pelaksanaan program lebih cepat diidentifikasi dan diselesaikan, serta kualitas dokumen perencanaan menjadi lebih baik dan selaras dengan target pembangunan daerah.
Ia menegaskan, SIJEMPOL PERTAMA merupakan wujud komitmen Bapperida dalam menghadirkan layanan yang lebih adaptif, responsif dan berorientasi pada penyelesaian persoalan di lapangan.
“Perencanaan pembangunan yang berkualitas tidak dapat terwujud hanya melalui koordinasi administratif. Diperlukan pendampingan secara langsung agar setiap perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama terhadap arah kebijakan pembangunan. Melalui SIJEMPOL PERTAMA, kami hadir untuk memastikan proses perencanaan, monitoring dan evaluasi berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, inovasi tersebut juga mendukung reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan yang baik sesuai arah pembangunan nasional.
“Kami berharap SIJEMPOL PERTAMA dapat memperkuat budaya kolaborasi antarpemangku kepentingan sehingga setiap program pembangunan direncanakan secara lebih terintegrasi, dilaksanakan secara akuntabel dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Balangan,” pungkasnya.
Melalui SIJEMPOL PERTAMA, Bapperida Kabupaten Balangan optimistis kualitas perencanaan pembangunan daerah akan terus meningkat. Pendekatan jemput bola yang mengedepankan kolaborasi, pendampingan dan penyelesaian masalah secara langsung diharapkan mampu mewujudkan pembangunan yang lebih efektif, efisien, terarah dan berdampak bagi masyarakat. (mc)


