RETORIKABANUA.ID, Yogyakarta – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, bersama Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, tampil mencolok dalam balutan busana adat Banjar Ba’amar Galung Pancar Matahari saat mengikuti Karnaval Budaya Nusantara di Yogyakarta. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sekaligus pertemuan ke-11 Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).
Karnaval digelar meriah di sepanjang Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (6/8). Bertajuk “Indonesia Street Performance: Nusantara Menari”, perhelatan ini melibatkan sekitar 2.000 peserta dari 30 kabupaten/kota anggota JKPI se-Indonesia.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara resmi membuka acara tersebut. Ribuan warga memadati sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan keragaman budaya yang ditampilkan. Beragam pakaian adat, tarian tradisional, hingga atraksi unik lainnya berhasil menyita perhatian penonton.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menyampaikan kebanggaannya atas keterlibatan Kota Banjarmasin dalam acara ini. Ia menyebutkan, delegasi Banjarmasin menampilkan beragam budaya khas Banjar, mulai dari Nanang Galuh Banjar, Galuh Cilik, hingga tarian Kain Pamintan yang dibawakan oleh 12 penari dari Sanggar Ayu Putri.
“Selain itu, ada 8 peserta yang tampil memukau dengan busana fashion berbahan kain sasirangan, serta 70 peserta lainnya yang turut mengenakan beragam motif kain sasirangan sambil mengibarkan bendera hadrah sepanjang Jalan Malioboro,” ujar Yamin.
Ia menambahkan, beberapa peserta juga mengenakan atribut khas Banjar seperti laung (ikat kepala), tapih, serta syal sasirangan, yang turut memperkaya visual karnaval.
Tak lupa, Yamin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Yogyakarta selaku tuan rumah yang telah menyelenggarakan acara dengan sangat baik. Ia juga berterima kasih kepada seluruh peserta dari berbagai kota yang ikut memeriahkan dan menampilkan kekayaan budaya daerah masing-masing.
“Mudah-mudahan, lewat kegiatan seperti ini, warisan budaya daerah dapat terus dilestarikan dan diwariskan ke generasi mendatang. JKPI adalah wadah penting dalam menjaga keberlangsungan pusaka budaya kita,” tutupnya. (ms)



Leave a comment