Jumat, 21 Juni 2024
BerandaKALSELBANJARMASINWalau Banjir, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Banjarmasin Relatif Stabil

Walau Banjir, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Banjarmasin Relatif Stabil

BANJARMASIN – Harga sejumlah bahan pokok masih terpantau stabil, begitu pula harganya. Meski Banjarmasin baru-baru saja dilanda banjir.

Hasil pemantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin di beberapa pasar, lonjakan harga tak terjadi. Malah, mengalami kecenderungan turun. Sementara stok dan ketersedian masih mencukupi.

Kepala Bidang PSDP Disperindagin Kota Banjarmasin Ichrom M Tezer menyampaikan, ada beberapa komoditi yang mengalami penurunan harga. Yaitu cabai merah biasa pada saat awal bulan sebelum banjir terpantau Rp55 ribu. Beberapa hari ini harganya turun dan stabil menjadi Rp40 ribu per kilogram.

“Rawit merah, rawit hijau, dan rawit tiung juga mengalami penurunan harga,” ucap Ichrom.

Dia memaparkan, untuk rawit merah harga pada awal bulan Rp120 ribu dan saat banjir Rp140 ribu dengan stok yang tidak banyak pada saat itu. Sekaramg sudah normal Rp 100 ribu per kilogram.

Kemudian rawit tiung pada awal bulan Rp 75 ribu, terjadi kenaikan pada saat banjir menjadi Rp 80 ribu, sekarang sudah turun dan stabil di harga Rp 70 ribu per kilogram.

Untuk rawit hijau harga awal bulan Rp 90 ribu dan pada saat banjir naik kemudian sekarang turun dan stabil pada harga Rp 70 ribu.

Sedangkan cabe rawit taji masih belum stabil dan pada saat ini harga mencapai Rp 110 ribu per kilogram. Cabe merah kriting juga masih belum stabil dan pada saat ini harga mencapai Rp 75 ribu per kilogram.

Untuk bawang merah pada saat awal bulan Rp 29 ribu per kilogram, terjadi kenaikan pada saat banjir. Sekarang mengalami penurunan harga menjadi Rp 28 ribu per kilogram.

Sedangkan bawang putih, bawang bombai, dan bawang prei sampai sekarang masih stabil. Dan untuk sayur-sayuran tetap normal, kecuali sayur produksi dari lokal yang di sebabkan bencana banjir.

Sementara ikan laut dan sungai sejak awal bulan, saat banjir sampai sekarang tidak mengalami kenaikan signifikan. (mid)

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI