BANJARMASINKALSELKESEHATANLINGKUNGANPEMERINTAHAN

Terus Upayakan Penurunan Stunting, DPPKBPM Gelar Diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting I

246
DPPKBPM Banjarmasin Gelar Diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting I di Aula Kayuh Baimbai.

RETORIKABANUA.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Pengendalian, Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) terus berupaya menurunkan kasus anak stunting, untuk memaksimalkan itu, salah satunya dengan menggelar diseminasi hasil audit kasus stunting I di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (1/8).

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor menyampaikan kegiatan diseminasi hasil audit ini merupakan salah satu langkah untuk mengevaluasi berbagai program upaya penurunan stunting yang telah dijalankan di Kota Banjarmasin selama ini.

Menurutnya salah satu program yang dianggap berhasil menekan angka stunting di Kota Seribu Sungai yaitu pemberian makanan bergizi pada anak beresiko stunting.

“Selama ini, progam pemberian makanan bergizi, kita melibatkan semua pihak instansi seperti perbankan ada, corporate dan lainnya yang ikut membantu,” ucap Arifin dalam sambutannya.

Ia menegaskan, SKPD di lingkup Pemko Banjarmasin juga turut terlibat, serta optimis penurunan angka stunting bisa capai target nasional yakni 14 persen, saat ini masih berada di angka 25 persen.

“Secara masif kita lakukan upaya penurunan stunting. Mudah-mudahan bisa turun lagi, ya sekitar 11 persen lagi kita kejar,” akhirnya.

Sementara itu, Kepala DPPKBPM Kota Banjarmasin, Helfian Noor menyebut, saat ini ada lima lokus penurunan stunting di Kota Banjarmasin.

Disebutkannya yaitu Kelurahan Pekapuran Laut, Kelurahan Alalak Selatan, Kelurahan Kelayan Barat, Kelurahan Pekapuran Raya dan Kelurahan Teluk Tiram. Lanjutnya, memiliki resiko stunting terdiri dari 5 bayi usia dua tahun (batita), 5 balita, 5 ibu hamil, 5 ibu pasca lahir, dan 4 calon pengantin.

“Sedikit gambaran dari faktor-faktor resiko itu bisa dijadikan bahan bagi teman-teman di SKPD yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Banjarmasin pada saat melaksanakan kegiatan intervensi,” paparnya.

Pihaknya menegaskan, saat ini terus mencoba petakan penyebab atau faktor resiko dari kasus stunting yang ada di masing-masing lokus tersebut. Kemudian hasil petakan itu akan diidentifikasi oleh tim ahli dari RSUD Sultan Suriansyah. Mulai dokter spesialis anak, dokter spesialis gizi, dan dokter spesialis kandungan. Serta dari tim psikologi dari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.

Ia beranggapan, dari kasus stunting yang ditemukan ada beberapa penyebabnya ketidaksiapan orang tua mengasuh anak karena usia yang masih muda.

“Makanya dari sudut itu kita coba lakukan adanya pendampingan pada calon ibu terutama ibu muda dalam melakukan pola asuh melalui psikologinya,” pungkasnya. (mcbjm/sm)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Sekda Banjarmasin Serahkan Santunan Kematian Rp60 Juta untuk Korban Kebakaran

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan Santunan...

Harganas ke-33, Wali Kota Yamin Tekankan Pentingnya Peran Ayah dalam Pengasuhan

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, mengajak para ayah...

PDI Perjuangan Hadirkan Panggung Rakyat, 19 Musisi Jalanan Semarakkan Bulan Bung Karno 2026

BANJARMASIN – PDI Perjuangan Kalimantan Selatan menghadirkan ruang hiburan sekaligus panggung kreativitas...

TP PKK Sungai Lulut Wakili Banjarmasin di Enam Besar Tingkat Provinsi

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Sungai Lulut yang mewakili...