BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin, S.E., M.A.P., mendorong Gerakan Pramuka dan generasi muda di Kalimantan Selatan untuk mengambil peran lebih besar dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Menurut pria yang akrab disapa Bang Dhin tersebut, generasi muda Banua tidak boleh hanya menjadi pengguna maupun penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Pemuda Kalsel harus mampu tampil sebagai pencipta gagasan, inovator, wirausahawan digital hingga calon pemimpin yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Era digital membuka peluang yang sangat luas. Namun, kemajuan teknologi harus tetap dibarengi dengan karakter, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Di sinilah nilai-nilai kepramukaan menjadi sangat penting sebagai benteng moral generasi muda,” ujar Bang Dhin di Banjarmasin, Jumat (14/8/2026).
Ia menilai perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas dan produktivitas, sekaligus membuka berbagai peluang ekonomi baru bagi generasi muda.
Karena itu, menurut Bang Dhin, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman, tetapi juga tetap memiliki karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Satya dan Darma Pramuka Tetap Relevan
Bang Dhin menegaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Satya dan Darma Pramuka masih sangat relevan untuk menjadi pedoman generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan di ruang digital.
Tantangan tersebut, menurutnya, semakin beragam, mulai dari penyebaran berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber, perjudian daring, penyalahgunaan data pribadi hingga semakin berkurangnya interaksi sosial secara langsung di tengah masyarakat.
Oleh sebab itu, kegiatan kepramukaan juga perlu terus berkembang mengikuti kebutuhan generasi muda saat ini.
“Pramuka harus hadir dengan wajah yang lebih adaptif dan modern tanpa kehilangan jati dirinya. Kegiatan kepramukaan perlu diperkuat dengan pendidikan literasi digital, keamanan siber, pemanfaatan kecerdasan buatan, kewirausahaan, mitigasi bencana, serta pembuatan konten positif yang mengangkat budaya dan potensi daerah,” tegasnya.
Menurut Bang Dhin, kemampuan memanfaatkan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Dengan demikian, kemajuan teknologi tidak justru membuat generasi muda kehilangan nilai kebersamaan, kepedulian dan rasa tanggung jawab.
Dorong Pemuda Isi Ruang Digital dengan Karya Positif
Bang Dhin juga mengajak generasi muda Kalimantan Selatan untuk lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Ia berharap ruang digital tidak hanya dipenuhi konten hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk menampilkan karya, prestasi dan berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Media sosial, lanjutnya, dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi sekaligus sarana memperkenalkan potensi Kalimantan Selatan kepada masyarakat yang lebih luas.
Pemuda dapat mengambil peran melalui promosi produk UMKM, pariwisata, seni dan budaya Banua, kegiatan sosial maupun berbagai inovasi kreatif lainnya.
Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, ia meyakini generasi muda daerah memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Perlu Ekosistem Digital bagi Generasi Muda
Bang Dhin juga mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama kwartir Gerakan Pramuka, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha dan komunitas kepemudaan untuk membangun ekosistem yang mendukung pengembangan kemampuan generasi muda.
Salah satunya melalui perluasan program pelatihan keterampilan digital, penyediaan ruang kreatif bagi anak muda, pembangunan inkubasi usaha pemuda serta pembukaan akses yang lebih luas terhadap teknologi dan peluang usaha.
Selain pengembangan sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur digital juga dinilai penting.
Bang Dhin menekankan perlunya memastikan akses internet dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat dan generasi muda yang berada di kawasan perdesaan maupun kepulauan.
“Jangan sampai ada pemuda Banua yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses dan kesempatan. Kita harus menyiapkan ekosistem yang memungkinkan anak-anak muda tumbuh, berkarya, dan bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Menurutnya, semakin terbukanya akses teknologi harus dapat menjadi momentum untuk melahirkan lebih banyak generasi muda Kalimantan Selatan yang kreatif, produktif serta memiliki kemampuan membangun usaha secara mandiri.
Pramuka Diharapkan Menjadi Pelopor Perubahan
Bang Dhin berharap Gerakan Pramuka dapat menjadi salah satu wadah utama dalam membentuk generasi muda Kalimantan Selatan yang cerdas secara digital, kuat dalam karakter, mandiri secara ekonomi serta tetap berakar pada nilai kebangsaan dan budaya Banua.
Pramuka, kata dia, tidak cukup hanya mempertahankan tradisi positif yang telah dibangun selama ini, tetapi juga harus mampu membaca perubahan zaman serta memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengembangkan keterampilan baru.
Ia meyakini perpaduan antara kemampuan teknologi dan nilai-nilai kepramukaan dapat menjadi modal besar dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.
“Masa depan Kalimantan Selatan berada di tangan generasi mudanya. Kuasai teknologi, perkuat karakter, jaga persatuan, dan gunakan kemampuan yang dimiliki untuk mengabdi kepada masyarakat. Pemuda Kalsel harus berani menjadi pelopor perubahan, bukan sekadar mengikuti perubahan,” pungkas Bang Dhin.
