BALANGANPemkab Balangan

SIGAB: Inovasi Digital BPBD Balangan untuk Tingkatkan Kesadaran Bencana Masyarakat

118

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Kabupaten Balangan dikenal sebagai salah satu wilayah di Kalimantan Selatan yang rawan bencana seperti banjir, longsor dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini menuntut upaya serius dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat, khususnya dalam hal penyampaian informasi dan edukasi kebencanaan.

Namun sayangnya, penyebaran informasi selama ini masih dominan menggunakan media konvensional seperti poster, leaflet dan spanduk, yang dinilai belum cukup efektif menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di wilayah terpencil.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi, pada kegiatan Diklat PKA Angkatan II Tahun 2025, Selasa (9/9).

“Lemahnya pemanfaatan teknologi digital dalam penyebaran informasi bencana membuat partisipasi masyarakat rendah dan risiko bencana tetap tinggi,” ujarnya.

Menjawab tantangan tersebut, Jumaidil menggagas sebuah inovasi berupa Sistem Informasi Penanggulangan Bencana (SIGAB) sebuah platform digital yang dirancang sebagai media penyampaian informasi kebencanaan yang lebih cepat, luas dan interaktif.

Melalui SIGAB, BPBD Balangan akan mulai mengandalkan media sosial dan teknologi informasi lainnya sebagai sarana edukasi dan komunikasi kebencanaan yang menjangkau masyarakat secara real-time dan masif.

Langkah pengembangan SIGAB meliputi:

  • Pembentukan Tim Media SIGAB sebagai motor penggerak komunikasi digital

  • Pelatihan aparatur di bidang literasi digital dan komunikasi publik

  • Pembuatan dan pengembangan platform digital (website & media sosial)

  • Produksi serta distribusi konten edukatif dan informatif kebencanaan

SIGAB dibentuk dengan tujuan meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kebencanaan berbasis digital, khususnya melalui kanal media sosial yang aktif, terpercaya, dan mudah diakses masyarakat.

“SIGAB bukan hanya sekadar platform, tetapi bagian dari strategi perubahan pola komunikasi kebencanaan menuju sistem yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan,” jelas Jumaidil.

Dengan adanya SIGAB, BPBD diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi, meningkatkan Indeks Ketahanan Daerah (IKD), serta menurunkan Indeks Risiko Bencana (IRB) di Kabupaten Balangan. Tak hanya itu, SIGAB juga bertujuan membentuk budaya kesiapsiagaan masyarakat berbasis komunitas secara berkelanjutan.

Lewat aksi perubahan ini, BPBD Kabupaten Balangan diarahkan menjadi lembaga yang lebih profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menjadi sumber informasi kebencanaan yang responsif dan terpercaya.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya sekadar tahu, tapi juga tanggap dan siap. SIGAB menjadi jembatan untuk membentuk masyarakat yang sadar risiko dan aktif dalam kesiapsiagaan,” tutup Jumaidil Hairi. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagian Dari

Berlangganan

Eror: Formulir kontak tidak ditemukan.

Related Articles

Polres Balangan Rayakan May Day dengan Aksi Sosial dan Kesehatan

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026,...

KONI Balangan Bidik Perbaikan Pembinaan dan Cabor Unggulan

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Pengurus baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Balangan...

DPMPTSP Balangan Evaluasi Layanan, Targetkan Pelayanan Makin Cepat dan Mudah

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)...

Komisi II DPRD Balangan Evaluasi Sektor Ekonomi dan Pembangunan 2025

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Komisi II DPRD Kabupaten Balangan menggelar rapat kerja bersama...