BANJARMASIN – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Banjarmasin membuat operasional pusat perbelanjaan seperti mall sedikit terhambat.
Manager Operasional Duta Mall Banjarmasin Yenny Purwanti, Sabtu (14/8), membenarkan jika pihaknya hingga Agustus ini telah mengalami kerugian mencapai ratusan miliar rupiah.
Selain jam operasional yang terbatas, tutupnya sejumlah tenant yang tidak menjual kebutuhan pokok menjadi penyebab kerugian tersebut.
“Selama dua pekan PPKM, hampir 50 persen karyawan dirumahkan. Kerugian lebih dari ratusan milliar, termasuk tenant, karena mereka tutup total, karyawan banyak yang tidak mendapatkan gaji,” ucap Yenny.
Diungkapkan pula jika Duta Mall sudah merumahkan hampir 500 karyawan, serta mem-PHK sedikitnya 300 orang, yang juga terdapat karyawan tenant.
Sementara, saat PPKM berlangsung, tingkat kunjungan mall sendiri tidak mencapai 10 persen.
Meski demikian, pihak Duta Mall menegaskan tetap mematuhi aturan dari pemerintah. Dengan harapan adanya kebijakan yang dapat membantu hidup para pekerja.
“Kalau dari pak Wali dan tim satgas tetap memonitor pergerakan di mall, pengunjung selama PPKM tidak pernah capai 10 persen. Kami juga minta diperhatikan dari sektor keberlangsungan karyawan dan investor,” tambahnya.
Salah seorang karyawan, Nita Purnika menjelaskan, jika PPKM membuat gaji yang ia terima menjadi berkurang hingga mencapai 50 persen.
Namun untuk jam operasional juga mengalami pengurangan. Dari yang biasanya masuk pukul sembilan pagi, kini masuk pukul sepuluh. Sedangkan pulang pukul delapan malam, sesuai kebijakan PPKM.
“Berdampak banget, gaji berpengaruh. Biasanya 2,4 juta sekarang hanya 1,3 atau 1,2 juta” akui Nita. (nn)

Leave a comment