RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pendahuluan sebagai bagian dari penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) jaringan pipa air limbah (IPAL) untuk Kelurahan Pekapuran Raya dan Sungai Andai. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Lex, Selasa (25/11) dan menjadi langkah awal penguatan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) sekaligus peningkatan sanitasi berbasis jaringan perpipaan di Kota Banjarmasin.
Dalam sesi utama, Irfan dari LPPM Universitas Lambung Mangkurat (ULM) selaku tim konsultan memaparkan bahwa kondisi sanitasi di Banjarmasin masih berada pada level rendah sehingga memerlukan percepatan layanan. Ia menjelaskan bahwa pengembangan IPAL direncanakan berlangsung pada periode 2026–2030, dengan fokus pada peningkatan cakupan, efektivitas layanan, serta pengurangan beban pencemaran lingkungan.
Irfan juga menekankan pentingnya integrasi data teknis, sosial ekonomi, serta validasi lapangan agar desain jaringan tepat sasaran dan berkelanjutan. Selain itu, ia menyoroti kebutuhan partisipasi aktif para pemangku kepentingan serta aspek teknis seperti kapasitas IPAL, penyusunan trase pipa, hingga permasalahan sambungan rumah yang tidak aktif.
Dari pihak pemerintah, Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Kota Banjarmasin, Damayanti, menyampaikan sejumlah isu penting yang perlu diperhatikan dalam penyusunan desain. Ia menegaskan perlunya kejelasan status jaringan eksisting, khususnya di Pekapuran Raya, untuk menghindari tumpang tindih pekerjaan saat pembangunan drainase, jalan, atau manhole dilakukan.
Damayanti juga menyampaikan bahwa penguatan regulasi sanitasi tengah dipercepat, termasuk kewajiban pengembang menyediakan sarana air limbah yang memadai. Ia mengingatkan bahwa kemampuan APBD dalam membiayai infrastruktur sanitasi sangat terbatas, sehingga kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat harus terus diperkuat. Konsultan juga diminta memperhatikan integrasi desain dengan rencana pembangunan infrastruktur kota lainnya serta mempertimbangkan keberlanjutan layanan.
FGD ini menjadi pondasi penting dalam penyempurnaan dokumen FS dan DED pengembangan IPAL Pekapuran Raya dan Sungai Andai. Dengan keterlibatan akademisi LPPM ULM serta komitmen PUPR Kota Banjarmasin, pengembangan SPALD diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat secara signifikan. (ms)


