Sabtu, 24 Februari 2024
BerandaKALSELBANJARMASINProgram Studi Magister Administrasi Pembangunan ULM Gelar Wibinar Nasional

Program Studi Magister Administrasi Pembangunan ULM Gelar Wibinar Nasional

retorikabanua.id,BANJARMASIN – Program Studi Magister Administrasi Pembangunan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang telah terakreditasi A menggelar kegiatan Webinar Nasional Perencanaan Pembangunan Daerah di Era Adaptasi Kebiasaan Baru, Selasa (1/12). Tema yang diangkat “Integrasi dan Sinergi Pembangunan Daerah. Kegiatan dilakukan dengan cara luring dan daring, melalui Zoom Meeting sejak pukul 09.30 Wita dan dihadiri 346 orang partisipan.


Koordinator Program Studi Magister Administrasi Pembangunan ULM Dr Andi Tenri Sompa, S.IP, M.Si, dalam kesempatan itu menyampaikan, wibinar nasional ini bentuk kepedulian MAPn ULM terhadap manajemen pembangunan di daerah. “Khususnya di bidang perencanaan pembangunaan daerah pada Era New Normal (kebiasaan baru) di Era 4.0 dan menuju Era 5.0,” katanya.


Direktur Pascasarjana ULM Prof Drs H Ahmad Suriansyah M.Pd, Ph.D dalam sambutannya sekaligus membuka acara mengemukakan pentingnya sinergitas segala sektor pemerintah dalam pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Ia mengapresiasi kegiatan yang digelar ini.


Webinar nasional ini menghadirkan Dr Hari Nur Cahya Murni, M.Si, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Di kesempatan itu ia menyampaikan pemaparan tentang penyelarasan sinergitas dan integrasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah.


Menurutnya, pembangunan nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara, yaitu menyejahterakan rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk tercapainya tujuan itu diperlukan penyelarasan perencanaan nasional dan daerah.


Adapun perencanaan pembangunan daerah di era adaptasi kebiasaan naru ini, Hari Nur Cahya Murni mengatakan, untuk rencana kerja pemerintah 2021, perlu adaptif dan responsif terhadap wabah Covid-19 dan proses pemulihannya.


Narasumber lainnya, Dekan Fakultas Inter Disiplin Universitas Kristen Satya Wacana, Dr Titi Susilowati, S.Pd, MA menuturkan tentang membangun resiliensi pasca Covid 19. Menurut dia, dampak pandemi membuat penurunan ekonomi Indonesia sebesar 5.32 persen pada kuartal
kedua tahun ini, dibanding tahun sebelumnya.


“Sebab itu, stimulasi ekonomi dan pekerjaan pada masa pemulihan menjadi sangat penting. Seperti membangun dialog sosial dengan berbagai pihak dalam mengarahkan implementasi pemulihan kondisi lingkungan, perlunya kerja sama antara pemerintah, organisasi pekerja dan pengusaha dalam mengupayakan terwujudnya pembangunan berkelanjutan, serta perlu adanya dukungan dari pemerintah terhadap dunia usaha khususnya bidang industri kecil dan sektor informal dengan pemanfaatan teknologi informasi,” paparnya.


Sementara Prof Dr Ahmad Alim Bachri, SE, M.Si, pengamat ekonomi dan manajemen pembangunan daerah, mengemukakan pandemi ini menyebabkan pengangguran dan kemiskinan. “Kita berharap adanya integritas dari segala pihak dan melibatkan stakeholder masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan. Dan segeranya menemukan vaksin, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. Masyarakat kehilangan pekerjaan, artinya masyarakat kehilangan penghasilan. Maka masyarakat kehilangan kesejahteraan. Oleh karena itu dalam perencanaan pembangunan perlu adanya integrasi antar wilayah, antar provinsi dan antar kota,” ucapnya.


Terakhir, pemaparan disampaikan Kepala Bappeda Kalsel Ir H Nurul Fajar Desira, CES. Diuraikannya, pemerintah provinsi pada tahun 2021 mendatang menargetkan kenaikan perekonomian 3,5 persen. Target itu selaras untuk mendukung Indonesia Maju dengan melakukan transformasi struktur ekonomi dari sektor tambang ke sektor-sektor unggulan yang berkelanjutan seperti pertanian, pariwisata, revitalisasi dan hilirisasi industri.


“Pada masa pandemi ini, UMKM misalnya mampu menjaga eksistensinya dengan mengikuti perkembangan digital, maka pemprov pada tahun 2021 sudah siap mendukung dengan memberikan pelatihan-pelatihan perkembangan digital kepada UMKM yang ada,” ujarnya. (sy)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

BERITA TERKINI