BANJARBARUPemko Banjarbaru

Program MARKISSA Syamsudin Noor Ubah Sampah Jadi Bantuan Sosial

25

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Sampah di Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, kini tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga sumber manfaat bagi warga yang membutuhkan melalui Program MARKISSA (Mari Kita Sedekah Sampah).

Hal itu terlihat dalam peringatan satu tahun program MARKISSA yang digelar di Gedung Serba Guna RW 007, Kelurahan Syamsudin Noor, Selasa (16/6). Program berbasis partisipasi warga ini berhasil mengubah sampah bernilai ekonomis menjadi bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu.

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, mengapresiasi inovasi warga Syamsudin Noor yang dinilai mampu menggabungkan solusi lingkungan dengan kepedulian sosial.

Menurutnya, program tersebut membuktikan bahwa pemilahan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kelurahan Syamsudin Noor luar biasa karena mampu menginisiasi pemilahan sampah bernilai ekonomis. Hasilnya dikembalikan lagi untuk membantu warga yang membutuhkan. Semoga program seperti ini dapat berkembang di kelurahan lain,” ujarnya.

Ia menilai MARKISSA menjadi contoh nyata gerakan berbasis masyarakat yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial.

Sementara itu, penggagas MARKISSA yang juga Ketua RT 33 Kelurahan Syamsudin Noor, Yoni Setiawan, mengatakan program tersebut berawal dari upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi lingkungan.

Dalam perjalanannya selama satu tahun, program ini mengalami perkembangan signifikan. Pada awalnya, volume sampah yang terkumpul hanya sekitar 190 kilogram per bulan. Namun seiring konsistensi warga dan dukungan berbagai pihak, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pengelolaan sampah terus meningkat.

“Hingga satu tahun berjalan, dana yang terkumpul dari pengelolaan sampah mencapai sekitar Rp. 8 juta dan seluruhnya disalurkan kepada warga yang membutuhkan,” jelasnya.

Ia menyebutkan sedikitnya 50 warga telah menerima manfaat dari program tersebut. Pada momentum peringatan satu tahun, pengelola juga menyalurkan bantuan berupa tabung gas elpiji 3 kilogram kepada 40 penerima manfaat.

Selain pengelolaan sampah anorganik, program ini juga dikembangkan melalui pengolahan sampah organik dengan inisiatif SUSTER SANTI (Sumur KompoSTER SANiTasi) yang mulai berjalan sejak 25 Maret 2026.

Program tersebut bertujuan mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan bebas bau, sekaligus memberikan nilai guna baru bagi masyarakat.

Keberhasilan MARKISSA menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan terkecil dengan dukungan kesadaran dan gotong royong warga. Lebih dari sekadar menjaga kebersihan, program ini membuktikan bahwa sampah dapat menjadi berkah yang memberi manfaat bagi sesama. (mc)

Related Articles

Kerja Sama Media Pemko Banjarbaru Beralih ke E-Katalog

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjarbaru menggelar pertemuan...

Gerakan Sapa Literasi, Pemko Banjarbaru Perkuat Benteng Generasi Muda dari Narkoba

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru — Literasi kini tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan memahami...

HUT ke-81 RI, Pemko Banjarbaru Tegaskan Kemerdekaan Harus Terasa

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Banjarbaru...

DPRD Banjarbaru Dorong Pelayanan Publik Semakin Baik

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru — Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Muhammad Syahrial, bertindak sebagai Inspektur...