BANJARBARUPemko Banjarbaru

Program MARKISSA Syamsudin Noor Ubah Sampah Jadi Bantuan Sosial

11

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Sampah di Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, kini tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga sumber manfaat bagi warga yang membutuhkan melalui Program MARKISSA (Mari Kita Sedekah Sampah).

Hal itu terlihat dalam peringatan satu tahun program MARKISSA yang digelar di Gedung Serba Guna RW 007, Kelurahan Syamsudin Noor, Selasa (16/6). Program berbasis partisipasi warga ini berhasil mengubah sampah bernilai ekonomis menjadi bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu.

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, mengapresiasi inovasi warga Syamsudin Noor yang dinilai mampu menggabungkan solusi lingkungan dengan kepedulian sosial.

Menurutnya, program tersebut membuktikan bahwa pemilahan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kelurahan Syamsudin Noor luar biasa karena mampu menginisiasi pemilahan sampah bernilai ekonomis. Hasilnya dikembalikan lagi untuk membantu warga yang membutuhkan. Semoga program seperti ini dapat berkembang di kelurahan lain,” ujarnya.

Ia menilai MARKISSA menjadi contoh nyata gerakan berbasis masyarakat yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial.

Sementara itu, penggagas MARKISSA yang juga Ketua RT 33 Kelurahan Syamsudin Noor, Yoni Setiawan, mengatakan program tersebut berawal dari upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi lingkungan.

Dalam perjalanannya selama satu tahun, program ini mengalami perkembangan signifikan. Pada awalnya, volume sampah yang terkumpul hanya sekitar 190 kilogram per bulan. Namun seiring konsistensi warga dan dukungan berbagai pihak, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pengelolaan sampah terus meningkat.

“Hingga satu tahun berjalan, dana yang terkumpul dari pengelolaan sampah mencapai sekitar Rp. 8 juta dan seluruhnya disalurkan kepada warga yang membutuhkan,” jelasnya.

Ia menyebutkan sedikitnya 50 warga telah menerima manfaat dari program tersebut. Pada momentum peringatan satu tahun, pengelola juga menyalurkan bantuan berupa tabung gas elpiji 3 kilogram kepada 40 penerima manfaat.

Selain pengelolaan sampah anorganik, program ini juga dikembangkan melalui pengolahan sampah organik dengan inisiatif SUSTER SANTI (Sumur KompoSTER SANiTasi) yang mulai berjalan sejak 25 Maret 2026.

Program tersebut bertujuan mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan bebas bau, sekaligus memberikan nilai guna baru bagi masyarakat.

Keberhasilan MARKISSA menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan terkecil dengan dukungan kesadaran dan gotong royong warga. Lebih dari sekadar menjaga kebersihan, program ini membuktikan bahwa sampah dapat menjadi berkah yang memberi manfaat bagi sesama. (mc)

Related Articles

Wali Kota Banajarbaru, Erna Lisa Halaby Tegaskan Kesiapan Banjarbaru Hadapi Ancaman Karhutla

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya dalam mengantisipasi ancaman Kebakaran...

Pemko Banjarbaru Perkuat Pelayanan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan...

Banjarbaru Gandeng RSCM Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan...

Komplek Berlina Jaya Wakili Banjarbaru pada Penilaian Lomba AKU HATINYA PKK Kalsel

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Komplek Berlina Jaya, Kelurahan Loktabat Selatan, menjadi lokasi penilaian...