RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin, mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, seiring meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah Kalsel.
Menurut Syarifuddin, laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa curah hujan mulai bervariasi dan diperkirakan akan terus meningkat hingga awal tahun 2026.
“Tadi dari BNPB sudah menyampaikan bahwa curah hujan mulai meningkat di beberapa daerah. Karena itu kita harus siaga dan siap menghadapi kemungkinan bencana,” kata Syarifuddin usai memimpin Apel Siaga Bencana Banjir, Puting Beliung dan Tanah Longsor (Batingsor) di Banjarbaru, Rabu (12/11).
Ia menegaskan bahwa Kalimantan Selatan saat ini dalam kondisi siaga, dan seluruh unsur terkait harus berkoordinasi dengan baik di bawah komando BPBD dan BNPB.
“Alhamdulillah, sejauh ini masih terkendali, namun kita tetap harus berkomando dan siap siaga,” ujarnya.
Syarifuddin menekankan pentingnya mitigasi dan pemetaan wilayah rawan bencana, khususnya di daerah aliran sungai dan kawasan rendah yang berpotensi banjir. Dengan pemetaan akurat, penanganan di lapangan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.
Selain itu, ia meminta agar peralatan dan logistik penanggulangan bencana disiagakan sejak dini. “Kalau perlengkapan sudah siap, kita bisa bergerak cepat membantu masyarakat,” tambahnya.
Sekdaprov juga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi menjaga lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air.
“Kesadaran masyarakat sangat penting dalam mencegah banjir. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.
Syarifuddin menekankan bahwa kewaspadaan dan kebersamaan menjadi kunci menghadapi musim hujan tahun ini.
“Yang penting semua tetap hati-hati dan waspada. Dengan koordinasi dan kesiapsiagaan bersama, kita harapkan Kalimantan Selatan tetap aman dari bencana,” pungkasnya. (ms)


