Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perdagin) melaunching aplikasi Dedikasi Baiman (Deteksi Dini Kendali Inflasi Banjarmasin Barasih Wan Nyaman), di Aula Kayuh Baimbai, Senin (27/11).
Agenda tersebut juga dibarengi dengan kegiatan Sosialisasi Trilogi Pengendalian Inflasi Daerah.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menjelaskan aplikasi Dedikasi Baiman ini untuk mendeteksi dan mengendalikan sedini mungkin inflasi, terutama pada harga-harga bahan pokok di pasaran.
“Inflasi ini jadi perhatian nasional, dan kami berharap tools ini dapat dijadikan sebagai alat untuk mendeteksi di awal dan mengambil tindakan yang pas untuk pengendalian inflasi di Banjarmasin,” ungkapnya.
Dengan adanya aplikasi ini, pihaknya berharap dapat memantau ketersediaan bahan pokok secepat mungkin dan menjaga kelancaran distribusi agar tidak terjadi kelangkaan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kerja sama dengan supplier, terutama dalam pasokan bawang dan daging sapi yang berasal dari NTB atau Jawa Timur. Serta ketersediaan beras yang sudah berjalan dengan Kabupaten Pamanukan, Subang Jawa Barat.
Ibnu juga menyoroti peran TPID yang dipimpin Sekda dalam mengawasi pengendalian persediaan yang telah bekerja dengan optimal melalui koordinasi-koordinasi yang baik.
Kepala Dinas Perdagin Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan dalam pengendalian inflasi di kota ini dilakukan tiga metode atau trilogi penanganan.
Pertama, melalui aplikasi Dedikasi Baiman untuk mendeteksi secepatnya perubahan harga-harga bapok di pasaran.
Metode kedua yakni kolaborasi heksahelik atau pelaksanaan pasar murah yang melibatkan dengan akademisi, dunia usaha, komoditi, goverment, media massa dan perbankan.
Selanjutnya, metode ketiga yakni menjalin kerja sama dengan daerah penghasil bahan pokok seperti penghasil beras yakni kerjasama dengan Pamanukan dan yang akan dilakukan kerjasama ketersediaan bawang dengan Kabupaten Brebes. (humas/mcbjm/jm)


Leave a comment