RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggelar Pelatihan Konselor dan Konseling bagi aparatur sipil negara (ASN) dan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA), Selasa (14/10). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin.
Pelatihan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, dan dihadiri oleh Kepala DPPPA Kota Banjarmasin, M. Ramadhan, serta para narasumber ahli.
Dalam sambutannya, Wali Kota Yamin menyampaikan pentingnya peran konselor sebagai ujung tombak dalam mendampingi dan memulihkan kondisi korban kekerasan, terutama perempuan dan anak.
“Konselor berperan besar, bukan hanya menyembuhkan luka fisik, tapi juga membantu korban pulih secara psikologis,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus dilakukan dengan pendekatan yang manusiawi dan berpihak pada korban. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan para konselor dalam memberi layanan secara profesional.
Wali Kota Yamin juga mendorong agar para konselor dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Menurutnya, tugas konselor tidak hanya menangani korban, tapi juga membangun kesadaran kolektif agar lingkungan menjadi lebih aman, nyaman dan ramah bagi perempuan serta anak.
“Ini bagian dari komitmen kita dalam mewujudkan Banjarmasin yang tidak hanya maju secara fisik, tapi juga adil dan sejahtera bagi seluruh warganya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DPPPA Kota Banjarmasin, M. Ramadhan, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja DPPPA dalam menangani kasus kekerasan.
Ada 45 peserta yang mengikuti pelatihan, terdiri dari:
-
Satgas PPA Kota Banjarmasin
-
Guru Bimbingan Konseling (BK)
-
Perwakilan sekolah yang memiliki program Besti PPA
-
Tokoh pemuda dari Komite KNPI
-
Unsur terkait lainnya
“Kami berharap pelatihan ini bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan layanan konseling yang efektif, serta memperkuat kerja sama antar lembaga,” ujar Ramadhan.
Ia menambahkan, dengan semakin banyaknya konselor yang kompeten dan peka terhadap isu kekerasan, sistem perlindungan sosial di Kota Banjarmasin akan semakin kuat. (ms)


Leave a comment