RETORIKABANUA.ID, Balangan — Pemerintah Kabupaten Balangan terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TB) dengan melakukan penemuan kasus secara aktif hingga ke tingkat desa.
Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) melaksanakan tracing TB di Desa Baruh Panyambaran, Kecamatan Halong, Rabu (19/8).
Kegiatan ini difokuskan pada pemeriksaan terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien TB. Langkah tersebut dilakukan untuk menemukan kasus lebih awal sekaligus mencegah penularan semakin meluas.
Staf Bagian Penyakit Menular Bidang P2P Dinas Kesehatan Balangan, Graha Eka Satria, mengatakan pemeriksaan kontak menjadi salah satu langkah penting dalam memutus rantai penularan TB.
“Poin utamanya adalah untuk memutus mata rantai penularan TB melalui kegiatan screening terhadap kontak-kontak pasien TB. Nantinya dilakukan screening dan pemeriksaan, sehingga apabila ditemukan positif TBC akan segera dilakukan pengobatan,” katanya.
Graha menjelaskan, masyarakat yang memiliki kontak dengan pasien TB akan menjalani pemeriksaan sesuai prosedur kesehatan.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang terinfeksi TB, petugas akan segera menindaklanjuti dengan pengobatan.
Sementara itu, bagi masyarakat yang tidak menunjukkan tanda atau indikasi TB, terutama mereka yang tinggal serumah dengan pasien, dapat diberikan obat pencegahan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan medis.
Menurut Graha, langkah tersebut penting karena orang yang sering melakukan kontak dengan pasien TB memiliki risiko lebih tinggi terpapar penyakit tersebut.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, penularan penyakit TBC khususnya di Kabupaten Balangan dapat ditekan, derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat, dan angka kasus TB bisa lebih ditekan lagi,” tambahnya.
Kepala Desa Baruh Panyambaran, Handiansyah, mengapresiasi pelaksanaan pemeriksaan langsung di desa.
Menurutnya, layanan tersebut membantu masyarakat yang mungkin memiliki keterbatasan waktu atau enggan datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan yang sudah memberikan kesempatan kepada masyarakat kami. Tidak semua orang terkadang mau datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan, sehingga hari ini kami fasilitasi bersama-sama,” imbuhnya.
Selain mendeteksi kemungkinan adanya kasus TB, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.
Warga diberikan pemahaman mengenai penularan TB, cara pencegahan, pentingnya pemeriksaan, serta kepatuhan menjalani pengobatan apabila dinyatakan positif.
Melalui tracing hingga ke tingkat desa, Pemkab Balangan berharap penemuan kasus TB dapat dilakukan lebih cepat sehingga pengobatan segera diberikan dan risiko penularan kepada anggota keluarga maupun masyarakat sekitar dapat ditekan. (mc)
