KALSELTANAH BUMBU

Pembibitan PT Maming Enam Sembilan Hasilkan Ratusan Ribu Bibit Mangrove

360

TANAH BUMBU – Mardani H Maming melalui perusahan PT Maming Enam Sembilan, terus berupaya membantu pemerintah dalam rangka mencegah krisis alam, termasuk upaya migitasi adanya pemanasan global, dengan penanaman bibit mangrove di Pulau Burung.

Dari satu hektare lahan yang dikelola di Desa Pulau Burung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), kini PT Maming Enam Sembilan telah menghasilkan ratusan ribu bibit mangrove siap tanam.

Beranjak dari Pulau Burung itu, bahkan kini PT Maming Enam Sembilan juga telah menyebar penanaman bibit mangrove ke sejumlah daerah di kabupaten/kota di Kalsel.

“Saat ini lahannya ada sekira satu hektare lebih, mampu menangkar sebanyak 150 ribu hingga 300 ribu bibit mangrove,” ungkap Koordinator Pembibitan, Samsu Baco, Minggu (29/5).

Samsu menyebutkan, selain lokal di Pulau Burung, Pulau Sewangi dan Batulicin (Tanbu), mereka juga mengirim bibit ke luar daerah di antaranya Kotabaru, Tanah Laut, Banjarmasin, Banjarbaru, Kecamatan Aluh Aluh (Kabupaten Banjar), Kecamatan Kuala Lupak (Batola).

Seperti diketahui, saat ini semua negara berkomitmen untuk melindungi pelestarian kawasan mangrove di sepanjang bentang pesisir, di tengah gempuran pembangunan yang bisa merubah alih fungsi lahan mangrove. Isu-isu perubahan iklim di tingkat nasional dan global pun sekarang terus menguat.

Mangrove sendiri mampu menyerap karbon 5 kali lebih besar. Banyak fungsi dan manfaat dari hutan mangrove. Fungsi fisik yang dikenal antara lain menahan laju abrasi dan longsor. Menjadi sabuk hijau yang kuat yang menempatkan vegetasi mangrove sebagai penyeimbang kehidupan di darat dan laut.

Di sisi lain, keberadaan mangrove sangat krusial bagi keberlangsungan ekosistem di laut, antara lain padang lamun, megabentos, ikan karang, dan terumbu karang. Hutan mangrove menjadi tempat perlindungan bagi biota laut, hewan dan tumbuhan.

Banyak fungsi mangrove secara ekologi, ekonomi, budaya, pertahanan teritorial hingga politik.

Bahkan, Samsu menambahkan untuk penangkaran atau pembibitan mangrove, PT Maming Enam Sembilan telah memperkerjakan 52 orang yang mayoritas penduduk asli pesisir Pulau Burung. “Ada 52 anggotanya yang dipekerjakan pak Mardani H Maming,” terangnya.

Ia mengaku dirinya serta orang yang bekerja di pembibitan selalu ingat apa yang dipesankan Mardani H Maming, bahwa penanaman (mangrove) adalah untuk menjaga krisis alam dewasa ini. Salah satunya abrasi hingga menjaga napas dunia agar tetap sehat.

“Di mata kami, pak Mardani adalah sosok malaikat. Beliau banyak memberikan manfaat untuk kelestarian alam hingga kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*/syl)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul Guru Cangkring, Ajak Masyarakat Teladani Ulama

RETORIKABANUA.ID, Tapin — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menghadiri peringatan...

DPRD Tanbu Cabut Perda Batulicin, Demi Kepastian Hukum

RETORIKABANUA.ID, Tanah Bumbu – DPRD Kabupaten Tanah Bumbu menggelar rapat paripurna dengan...

Pemprov Kalsel Resmi Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Suasana haru dan khidmat menyertai pelepasan jemaah haji kloter...

Gubernur Pemprov Kalsel Dorong Ambapers Tingkatkan Pendapatan Daerah

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin mendorong perusahaan daerah PT...