RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menggelar Pasar Murah Ramadan sebagai upaya menekan inflasi dan menjaga harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, yang diwakili Asisten II Perekonomian Setdako Banjarmasin, Taufik Rivani, di Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin (2/3). Turut hadir Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, para kepala SKPD, camat, lurah se-Kecamatan Banjarmasin Utara, serta jajaran terkait.
Taufik Rivani menjelaskan, pasar murah merupakan program rutin Pemkot selama Ramadan untuk mengendalikan inflasi daerah.
“Selama Ramadan, kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 33 kali hingga tanggal 16. Ini bagian dari upaya Pemkot Banjarmasin menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sepanjang 2026 Pemkot menargetkan 185 kali pelaksanaan pasar murah sebagai bentuk intervensi terhadap pergerakan harga di masyarakat.
Menurutnya, inflasi saat ini tergolong tinggi, namun bukan disebabkan kenaikan harga bahan pokok. “Kenaikan lebih dipengaruhi harga emas. Untuk sembako seperti beras, gula, ayam dan telur masih relatif normal meski ada fluktuasi menjelang Ramadan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disperdagin Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengatakan kegiatan kali ini merupakan Pasar Murah Forum Forum Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) ke-15 yang digelar Pemkot. Sebanyak 1.159 paket sembako disiapkan khusus untuk warga Kecamatan Banjarmasin Utara.
“Sekitar 1.159 paket kami siapkan hari ini untuk warga. Ini pelaksanaan ke-15 Pasar Murah BCSR tahun ini,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan adanya perubahan sistem pembelian mulai 2026. Jika sebelumnya menggunakan kupon dari kelurahan, kini warga cukup menunjukkan KTP Kota Banjarmasin.
“Seluruh warga bisa membeli paket cukup dengan menunjukkan KTP, kecuali ASN, TNI dan Polri. Satu orang hanya boleh membeli satu paket per hari dan tidak bisa diwakilkan,” tegasnya.
Keberhasilan pasar murah ini, lanjutnya, tak lepas dari dukungan Forum BCSR yang memberikan subsidi sekitar Rp. 15.000 per paket. Jika harga normal 2 kilogram gula dan 2 liter minyak sekitar Rp. 73.000, maka di pasar murah warga cukup membayar sekitar Rp. 58.000.
Melalui program ini, Pemkot Banjarmasin berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau selama Ramadan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah. (ms)


