Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, mengapresiasi salah satu inovasi yang dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, yaitu padi apung.
“Panen padi apung hari ini kalau saya ibaratkan hujan di musim kemarau. Karena disaat kita sedang berupaya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya beras, kita dapat melaksanakan panen padi,” ucapnya, Selasa (4/4).
Sahbirin menagatakan, padi apung merupakan inovasi luar biasa yang berjalan dengan sukses, sehingga dapat terus dikembangkan di lahan rawa.
Potensi lahan rawa di Banua, menurutnya, sangat luar biasa. Bisa mencapai lebih dari 290 ribu hektare.
“Panen ini bisa menjadi contoh untuk dikembangkan di lahan berair lainnya. Kita manfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Oleh karena itu, melalui suksesnya padi apung kelompok Tani Cinta Maju di Desa Hamayung, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pihaknya berharap sinergitas dan dukungan dari seluruh stakeholder untuk kemandirian dan kemajuan pangan di Banua.
“Kita dukung para petani untuk terus berjuang dan berkarya dalam menciptakan kemandirian pangan. Baik dengan dukungan pengembangan inovasi, maupun dengan membeli produk pertanian lokal,” pungkasnya. (mckalsel/zy)

Leave a comment