BANJARMASINEKBISKALSELPEMERINTAHAN

Operasi Pasar Jelang Lebaran, Ibnu Sina Pastikan Harga Bapok Masih Stabil

356

BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar operasi pasar menjelang Lebaran Idul Fitri 1445 H.

Operasi pasar bertujuan untuk memastikan stabilitas harga menjelang perayaan lebaran yang dilakukan di dua pasar utama, yakni pasar tradisional sentral Antasari dan pasar modern Lotte Mart, Rabu (3/4).

“Secara umum, harga-harga di pasar tersebut dinilai tetap stabil, meskipun terdapat fluktuasi,” ungkap Ibnu Sina.

Stabilitas harga di pasar tradisional Antasari untuk harga telur dan beras stabil. Meski terdapat kenaikan harga pada beberapa barang seperti bawang, dikarenakan suplainya terbatas sehingga tidak dapat dihindari.

“Alhamdulillah tadi waktu kita di pasar Antasari tadi harga-harga telur, beras sudah cukup stabil, dan pengganti beras Banjar itu sudah ada alternatif, seperti Pamanukan, kemudian juga yang di Bulog itu cukup bisa mengendalikan harga harga beras,” tambahnya.

Diakui, kebutuhan-kebutuhan lain seperti bawang memang ada kenaikan karena suplainya juga terbatas, tidak bisa banyak.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengecekan harga di Lotte Mart dan menemukan bahwa masyarakat sudah mulai mengkonsumsi daging, yang merupakan indikasi positif. Namun, harga cabai masih tinggi, meskipun ada opsi untuk mengkonsumsi cabai lain sebagai alternatif.

“Mudah-mudahan harga masih bisa terkendali, kemudian konsumsi masyarakat juga bisa di pastikan kembali. Yang jelas semoga faktor-faktor alam juga mendukung, tidak adanya gelombang pasang. Kemudian, masih ada stok beras yang di Bulog juga insyaallah bisa sampai 2 bulan,” terangnya.

Rencananya tidak akan ada operasi pasar hingga pasca Lebaran, apabila situasi harga pasar saat ini dianggap stabil. Selain operasi pasar, upaya pasar murah yang telah disebar di 20 titik oleh Dinas Perdagangan juga membantu masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga.

“Tadi rencananya kalau terjadi lonjakkan harga ya kita akan operasi pasar, tapi karena ini stabil saja, saya kira sampai lebaran sampai pasca lebaran pun insyaallah tidak akan operasi pasar,” jelasnya.

Pihaknya juga memonitor pemeriksaan langsung di pasar Antasari terkait keamanan bahan pangan, di mana ditemukan beberapa produk yang masih mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan boraks. Hal ini mendapat perhatian khusus dari wali kota.

“Ya, tadi juga ada pemeriksaan langsung di lokasi pasar Antasari. Ternyata masih ditemukan, khususnya yang teri Medan dan cumi itu masih mengandung formalin. Sedangkan kerupuk memang ada jenis kerupuk tadi yang masih mengandung boraks, nah itu saya sampaikan dengan kepala Balai POM agar mereka dilakukan pembinaan terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada lagi zat yang tidak diperbolehkan,” pesannya. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Pansus DPRD Kalsel Mulai Usut Distribusi BBM Bersubsidi

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi DPRD Provinsi...

Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Komunikasi Publik di Era Digital

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menegaskan pentingnya pemahaman,...

Public Communication Summit 2026, DPRD Kalsel Tekankan Pentingnya Pengelolaan Isu

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Rais Ruhayat,...

Jaga Kepercayaan Publik, Diskominfotik Banjarmasin Perkuat Sinergi Komunikasi

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik...