BANJARMASINKALSEL

ODGJ Meningkat, Bang Dhin: Sambang Lihum Harus Berinovasi

372

BANJARMASIN – Berdasasr estimasi Rikesda (Riset Kesehatan Dasar), dari empat juta lebih penduduk Kalsel, sebanyak 314 ribu orang mengalami gangguan jiwa ringan dan 11 ribu orang mengalami gangguan jiwa berat.

Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) baik, sedang, maupun berat di Banua, dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Faktor penyebabnya dipicu oleh kesulitan ekonomi, gaya hidup, dan kebiasaan baru akibat pandemi Covid-19.

Kondisi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) diperparah dengan acuhnya keluarga, bahkan banyak diantaranya yang menelantarkan. Termasuk didalamnya yang ditelantarkan di RSJ Sambang Lihum.

Melihat hal tersebut, Muhammad Syaripuddin, Wakil Ketua DPRD Kalsel menganggap perlunya adanya sinergitas antar stakeholder agar ODGJ terlantar ini mendapat perlakuan yang lebih baik.

“Terkadang, mereka itu dijadikan bahan candaan, tertawaan. Padahal mereka itu manusia. Seharusnya kita yang menganggap diri kita normal berupaya untuk memanusiakan manusia,” ucap pria kelahiran Tanah Bumbu yang biasa dipanggil Bang Dhin ini.

Tahun 2016 saja, pihak RSJ Sambang Lihum memiliki ratusan pasien yang tidak bisa dikembalikan kepada keluarga masing-masing dengan alasan mereka tidak menginginkan keluarga “gila”.

Selain tidak ada wali pasien, ternyata keluarga yang ada tidak mampu jika merawat pasien. Karena pasien yang dinyatakan pulih bisa masuk dalam tiga tipe. Yakni pulih seutuhnya, pulih dengan kambuh, dan pulih yang perlu pengawasan.

Saat itu, tambah dia, ada puluhan pasien di RSJ Sambang Lihum tidak mendapatkan perhatian dan ditelantarkan keluarganya. Padahal mereka sudah tidak perlu dirawat lagi. Puluhan pasien itu semula didatangkan dari berbagai daerah dan instansi. Ada juga dari Dinas Sosial dan yang diantar langsung keluarganya.

“Mereka yang tidak mendapat perhatian keluarga atau yang tidak punya keluarga, harusnya bisa diberdayagunakan. Apalagi ODGJ dengan pulih seutuhnya,” ujarnya.

Sebab itu, RSJ Sambang Lihum harus menggandeng stakeholder dan berinovasi. Misal dengan mendirikan semacam rumah singgah, dimana didalamnya terdapat ODGJ yang berdaya guna dengan dibekali pelatihan vokasional.

“Dan tentunya kami di DPRD akan mendukung,” tutup Bang Dhin. (syl)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

H. Muhidin Minta Warga Hemat Listrik, PLN Targetkan Sistem Normal Awal Agustus

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin mengimbau masyarakat untuk menghemat...

Pemko Banjarmasin Canangkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan...

Bang Dhin Desak Investigasi Independen Pemadaman Listrik, Tegaskan Pelayanan Publik Tidak Boleh Mengorbankan Masyarakat

BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin, SE., M.AP., yang...