BANJARMASINPemko Banjarmasin

Normalisasi Sungai Berlanjut, Wali Kota Yamin Temukan Pintu Air Rusak di Tanjung Pagar

135

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR kembali melakukan peninjauan lapangan pada Selasa (20/1). Kali ini, ia menyusuri sejumlah ruas jalan dan aliran sungai di wilayah Banjarmasin Selatan sebagai respons atas laporan warga terkait genangan air yang masih kerap terjadi di Kelurahan Pemurus Dalam hingga Tanjung Pagar.

Peninjauan diawali di Sungai Peradapan, Tatah Belayung, yang diduga menjadi salah satu titik penyebab lambatnya surut genangan air. Dari hasil peninjauan, kondisi sungai masih cukup dalam karena proses pengerukan baru mulai dilakukan. Selain itu, terdapat penyempitan pada jembatan eksisting di depan sungai yang menghambat kelancaran aliran air.

“Informasi dari Pak RT, kedalaman sungai mencapai 2 hingga 3 meter. Sementara jembatan yang ada justru menyempit, dari lebar sungai sekitar 4–5 meter kini hanya tersisa kurang lebih 1,5 meter. Ini tentu sangat memengaruhi laju aliran air,” ujar Yamin.

Di lokasi tersebut, warga bersama tokoh masyarakat tampak bergotong royong membersihkan sungai. Wali Kota pun mengapresiasi upaya kolaborasi tersebut dan menegaskan pentingnya menjaga keselarasan antara penataan infrastruktur dan kebersihan sungai agar fungsi drainase tetap optimal.

“Kami sangat berterima kasih kepada warga dan tokoh masyarakat di Tatah Belayung yang telah merawat Sungai Peradapan. Kegiatan gotong royong seperti ini sangat penting karena sungai merupakan urat nadi kehidupan Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Yamin berharap, kegiatan serupa dapat ditiru oleh kelurahan lain tanpa harus menunggu instruksi pemerintah. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga lingkungan.

“Budaya gotong royong harus terus dihidupkan agar sungai tetap berfungsi sebagai saluran drainase, bukan malah menjadi tempat pembuangan sampah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yamin mengungkapkan bahwa di ujung sungai terdapat pintu air yang seharusnya berfungsi mengalirkan air ke saluran pembuangan akhir. Namun, berdasarkan informasi yang diterima, pintu air tersebut sudah lama tidak berfungsi sehingga menghambat aliran air, terutama saat debit sungai meningkat.

“Pintu air ini dibangun sekitar tahun 2000-an, tapi karena tidak terawat akhirnya terbengkalai. Lebarnya kini hanya tersisa sekitar satu meter dan bagian dasarnya tertutup beton. Ini harus segera dibenahi. Idealnya dibuat tiga pintu agar aliran air bisa diatur sesuai kondisi ketinggian air,” jelasnya.

Di akhir peninjauan, Wali Kota Yamin mengingatkan masyarakat, khususnya pemilik bangunan dan pengembang perumahan, agar tidak lagi membangun di badan sungai atau membelakangi sungai.

“Ke depan ini harus menjadi perhatian bersama. Rumah-rumah sebaiknya menghadap sungai, bukan membelakangi. Sungai harus kita jaga dan fungsikan kembali sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (ms)

Related Articles

Bunda PAUD Banjarmasin Beri Tabungan Pendidikan Rp. 5 Juta untuk Anak Guru Honorer

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menyalurkan tabungan pendidikan...

Pemko Banjarmasin Raih Penghargaan IHYA 2026

RETORIKABANUA.ID, Jakarta – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin meraih penghargaan Terbaik II Indonesia...

Pemko Banjarmasin Dorong Data Jadi Dasar Kebijakan

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong pemanfaatan data yang akurat dan...

71 Kebakaran Lahan Terjadi di Banjarmasin, Posko Siaga Diperkuat

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Sebanyak 71 kejadian kebakaran lahan tercatat di Kota Banjarmasin...