BANJARBARUDESTINASIEKBISEVENTKALSELPARIWISATAPEMERINTAHAN

Murdjani Festival Majestic of Banjarbaru Digelar, Usung Konsep Keberagaman Kultural

544

Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Banjarbaru menggelar Banjarbaru Murdjani Festival dengan tema ‘Majestic of Banjarbaru’ di lapangan dr. Murdjani pada, Jumat (08/12) malam.

Banjarbaru Murdjani Festival secara resmi dibuka oleh Wali Kota Banjarbaru H. M. Aditya Mufti Ariffin, dan dihadiri sejumlah Pimpinan SKPD serta jajaran Fokopimda Kota Banjarbaru.

Festival dimulai dengan penampilan tarian kolosal Majestic Banjarbaru dilanjutkan dengan fashion show inklusi yang mampu memukau masyarakat Kota Banjarbaru. Festival ini membawa nuansa keberagaman dan kesetaraan para perempuan serta disabilitas.

Dalam sambutannya, Aditya menyampaikan Banjarbaru Murdjani Festival diselenggarakan sebagai langkah untuk memperkenalkan serta mempertemukan kekayaan budaya tradisional dengan kemajuan Kota Banjarbaru. Selain itu, festival ini juga bertujuan untuk memperkuat identitas kultural Kota Banjarbaru sebagai Ibu Kota Kalimantan Selatan.

“Kami berharap dengan event ini dapat mengangkat potensi parawisata serta memberikan manfaat yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi sosial kultural di Kota Banjarbaru,” ungkapnya.

Aditya menambahkan, festival yang diselenggarakannya malam ini berhasil memperkenalkan berbagai komunitas kepada masyarakat, seperti komunitas pengusaha kopi dan disabilitas.

“Alhamdulillah festival ini dapat setiap tahun hadir dengan tema yang berbeda-beda, hari ini juga kita membersamai teman teman disabilitas, teman-teman pengusaha kopi di Kota Banjarbaru dan berbagai macam komunitas lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disporabudpar Banjarbaru, Ahmad Yani Makkie menjelaskan alasan pihaknya mengundang komunitas disabilitas, diungkapkannya, karena mereka mempunyai bakat, kreativitas, sehingga konsep Banjarbaru Murdjani Festival tahun ini menyatu dalam keberagaman.

“Kita melibatkan kawan-kawan Disabilitas, kita juga memperhatikan kesetaraan Gender seluruh panitia hampir 70% wanita, dan mengutamakan pemilahan sampah, khusus nya penggunaan Tumbler,” terangnya.

Acara ini diselenggarakan selama tiga hari pada tanggal 8, 9, dan 10 Desember 2023. Melibatkan 28 Komunitas Kopi dengan 30 stand kopi dan 60 sukarelawan, Murdjani Retrospective, Tungku Nusantara yang berkolaborasi dengan RT Mandiri, Murdjani Coffe Time, lomba mewarna Balai Kota, Recycle Fashion Week dan Party, pertunjukan Seni Tajuk Saujana, dan Donor darah. (humas/mcbjb/zy)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Evaluasi APBD Kalsel 2025: Belanja Terserap 82,76 Persen, SILPA Tembus Rp2,97 Triliun

BANJARBARU – Realisasi belanja Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada Tahun Anggaran 2025 tercatat...

Gubernur Pemprov Kalsel Cek Karhutla Pengayuan, Suhu Bara Gambut Turun 90 Deraja

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin meninjau langsung penanganan kebakaran...

Pemprov Kalsel Perkuat Aset Daerah, Enam Wilayah Terima Program Rp. 687 Miliar

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima kunjungan spesifik Komisi...

Bang Dhin Ajak Kader PDI Perjuangan Gotong Royong Bantu Warga Terdampak Kemarau

KOTABARU, RETORIKABANUA.ID – Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin...