Jumat, 19 April 2024
BerandaKALSELHULU SUNGAI UTARALegislative Goes to Campus Seri ke-7 di Amuntai, Hargai Proses dan Berkomitmen

Legislative Goes to Campus Seri ke-7 di Amuntai, Hargai Proses dan Berkomitmen

AMUNTAI – Legislative Goes to Campus kembali digelar olah gawi kerjasama DPRD Provinsi Kalsel, Yayasan Amnesia, Radar Banjarmasin, dan Accelaration Room DPD KNPI Kalsel.

Gelaran seri ke-7 ini menghadirkan narasumber Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin, dan Ketua DPRD Kabupaten HSU Almien Ashar Safari. Tema yang diusung adalah “Pemimpin Muda; Berpengetahuan, Berbicara, Berbuat, dan Berbagi”.

Acara yang dipandu Galuh HSU 2019 Alisha Qathrunnida ini dihelat di KAH’VEH, Jalan Norman Umar Amuntai, Jumat sore (21/5). Dan dihadiri 30 orang kalangan muda dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Bang Dhin, begitu M Syaripuddin akrab disapa, mengharapkan pemimpin muda ke depan berkontribusi dan memiliki tujuan yang pasti.

“Dalam era digital sekarang, kita harus berinovasi. Contohnya sekarang saya telah membuat aplikasi Amnesia sejak jauh hari sebelum pandemi Covid-19 untuk menyambung aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Dia mengharapkan kalangan muda sekarang menggunakan kemampuan, dan meminta mahasiswa untuk kritis, memberi masukan untuk disampaikan ke pemerintah. “Seorang pemimpin muda harus memiliki karakter dan berpemikiran out of the box, yang dilakukan dengan konsisten, sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” cetusnya.

Dia juga mengharapkan anak muda bisa menyampaikan pemikiran dan gagasan dan menghargai proses itu. “Jika menghargai proses, maka akan mendatangkan kesuksesan. Kesempatan ada pada kita semua, mari manfaatkan. Pemuda harus memiliki legitimasi dan komitmen,” tambah Pembina Yayasan Amnesia itu.

Ketua DPRD HSU Almien Ashar Safari pada kesempatan itu menyampaikan beberapa karakter yang harus dimiliki pemimpin muda.

“Berpengetahuan luas, pasti ini. Untuk mendapatkannya dengan selalu belajar. Kemudian belajar berbicara, biasanya kita anak muda takut bertanya dan tidak didengarkan, hilangkan semua rasa itu,” bebernya.

Selanjutnya berbuat, kemudian diaplikasikan. Jika ada yang diketahui, sampaikan. Jika merasa itu postif, lakukan saja dulu. Jika salah, nanti perbaiki lagi.

“Terakhir, berbagi. Tidak hanya materi, masa muda kita gunakan untuk berbagi pikiran dan tenaga, serta informasi,” ujar pemuda yang juga Ketua DPD KNP HSU itu.

Dia juga menyampaikan aktivitas terus bergerak sering dilakukan di berbagai organiasasi. Dan dia berharap semoga hal itu bisa menjadi acuan bagi kawan-kawan yang lain. “Secara tidak langsung itu memberi pelajaran kepada kawan lain. Usahakan ketika muda, pikiran tetap aktif dan alirkan tenaga sekuat-kuatnya. Maksimalkan usaha dan ikhtiar, supaya kita tahu apakah itu salah atau benar. Kesalahan adalah pengalaman terbaik untuk dijadikan pelajaran,” pungkas Almien. (mid)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

BERITA TERKINI